Gempa Dahsyat Magnitudo 7,6 Guncang Bitung, Tsunami Terdeteksi di Pesisir
Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut di tenggara Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Pusat gempa berada pada koordinat 1,25 LU dan 126,25 BT dengan kedalaman 62 kilometer di bawah permukaan laut.
Guncangan Kuat dan Dampak Awal Kerusakan
Guncangan dirasakan sangat kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya. Getaran juga terasa kuat hingga Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, menyebabkan kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Hingga pukul 07.00 WIB, tercatat dua gempa susulan dengan kekuatan masing-masing magnitudo 5,5 pada pukul 06.07 WIB dan magnitudo 5,2 pada pukul 06.12 WIB. Dampak awal menunjukkan kerusakan ringan hingga sedang di Kota Ternate.
- Satu unit tempat ibadah (gereja) di Kecamatan Pulau Batang Dua dilaporkan terdampak.
- Dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan, mengalami kerusakan.
Di Kota Bitung, pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk mengidentifikasi dampak lebih lanjut.
Peringatan Tsunami dan Gelombang Kecil Terdeteksi
Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terdeteksi gelombang tsunami dengan ketinggian relatif kecil.
- Gelombang setinggi sekitar 0,3 meter tercatat di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB.
- Gelombang setinggi 0,2 meter terdeteksi di Bitung pada pukul 06.15 WIB.
Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan tinggi karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi di wilayah pesisir.
Imbauan Resmi BNPB untuk Masyarakat Pesisir
BNPB menghimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara, untuk tetap menjauhi pantai dan tidak kembali ke area rawan sebelum ada pernyataan resmi aman dari pemerintah.
Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari aparat setempat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Pemantauan dan pembaruan informasi akan terus dilakukan sesuai perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan keselamatan warga.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan gempa dan tsunami. Otoritas setempat terus berkoordinasi untuk menangani dampak dan memantau kondisi terkini.



