Belasan Rumah dan Kios Hangus Terbakar Imbas Ledakan SPBE di Cimuning Bekasi
Belasan Rumah Hangus Imbas Ledakan SPBE di Bekasi

Belasan Rumah dan Kios Hangus Terbakar Imbas Ledakan SPBE di Cimuning Bekasi

Kebakaran dahsyat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, telah menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga setempat. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026, ini mengakibatkan setidaknya 14 bangunan, terdiri dari rumah dan kios milik warga, hangus dilalap api serta terdampak ledakan dari fasilitas pengisian gas tersebut.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Babihoe, mengungkapkan bahwa kobaran api menjangkau radius yang cukup jauh dari titik pusat ledakan. Bahkan, beberapa rumah warga yang berjarak hingga 200 meter dari lokasi SPBE ikut terbakar. "Karena ini hal yang sangat vital di mana kebakaran dengan gas, LPG ini luar biasa. Itu bahkan sekitar hampir 200 meter dari lokasi, itu rumah itu ada yang terbakar," ujar Harris saat meninjau lokasi kejadian.

Dampak Luas dan Upaya Pemadaman

Selain bangunan warga, area utama SPBE seluas 1.500 meter persegi juga dilaporkan ludes terbakar habis. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengamankan satu tabung raksasa berkapasitas 50.000 liter agar tidak ikut meledak, meskipun fasilitas lainnya hancur total. "Ini kalau (luas) tanahnya (SPBE) 2.000 (meter persegi) ya, kurang lebih 2.000. Bangunannya 1.500 yang ada, dan semuanya terbakar habis. Tinggal tabung yang 50.000 yang kita amankan," tutur Harris.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kebakaran ini diduga dipicu oleh kebocoran gas, yang menyebabkan ledakan hebat dan menyebarkan api ke permukiman sekitarnya. Insiden serupa sebelumnya telah terjadi di gudang pengisian elpiji di Bekasi, menambah kekhawatiran akan keamanan fasilitas penyimpanan gas di daerah tersebut.

Respons Pemerintah dan Kondisi Warga

Pemerintah Kota Bekasi berjanji akan melakukan pendataan untuk membantu perbaikan rumah warga, terutama bagi mereka yang tergolong tidak mampu. "Kita akan coba kaji, kita akan coba datangi, kita survei, dan kalau memang itu pemukiman apalagi kepada mereka yang tidak mampu, itu pasti akan ditanggung oleh Pemerintah Kota Bekasi," ucap Harris.

Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, menyebutkan bahwa meskipun ada belasan bangunan yang terdampak, sebagian besar penghuninya telah mengungsi secara mandiri ke rumah saudara di kampung lain. Pihak kecamatan telah menyiapkan posko bagi warga yang ingin melaporkan kerusakan materiil atau kendala lainnya pasca-insiden. "Kami buat posko untuk barangkali ada warga yang memang membutuhkan bantuan. Namun rata-rata saat ini warga yang rumahnya terdampak memilih mengungsi ke rumah saudara-saudaranya di kampung lain," jelas Nachrowi.

Kebakaran ini menimbulkan trauma bagi warga sekitar, dengan banyak yang kehilangan harta benda dan tempat tinggal. Upaya pemulihan diperkirakan akan memakan waktu cukup lama, mengingat skala kerusakan yang luas dan kompleksitas penanganan pasca-bencana.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga