Banjir Melanda Depok di Hari Raya Idulfitri, Ribuan Rumah Terendam
Hujan deras yang mengguyur Kota Depok pada hari pertama Lebaran, Sabtu (21/3/2026), memicu banjir besar yang merendam ribuan rumah warga. Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, sebanyak 3.675 rumah terendam air, dengan total 14.700 jiwa terdampak di empat kecamatan utama.
Wilayah Terdampak dan Data Korban
Kabid Penanggulangan Bencana DPKP Kota Depok, Denny Romulo, mengonfirmasi bahwa banjir terjadi di Kecamatan Cimanggis, Sukmajaya, Cilodong, dan Tapos. Di Cimanggis, banjir meliputi Kelurahan Mekarsari (delapan RW), Tugu (dua RW), dan Pasir Gunung Selatan (satu RW). Sementara itu, di Sukmajaya, Cilodong, dan Tapos, masing-masing terdampak satu RT atau RW.
Data kepala keluarga terdampak menunjukkan bahwa Cimanggis paling parah dengan 3.510 KK, diikuti Cilodong (110 KK), Tapos (40 KK), dan Sukmajaya (tiga KK). Denny menegaskan, "Total keseluruhannya mencapai 3.675 rumah terendam banjir dan 14.700 jiwa", menandakan skala bencana yang signifikan di tengah perayaan Idulfitri.
Penyebab dan Dampak Banjir
Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB, menyebabkan meluapnya air dari beberapa sungai seperti Kali Cikupa, Kali Cipinang, Kali Jantung, Kali Laya, dan Situ Pedongkelan. Ketinggian air bervariasi dari 50 sentimeter hingga 160 sentimeter, dengan titik tertinggi mencapai 1,5 meter sebelum mulai surut.
Selain merendam rumah, banjir juga merusak kendaraan warga seperti motor dan mobil yang tidak sempat diselamatkan. Denny mengungkapkan bahwa "banjir turut disebabkan adanya sumbatan sampah sehingga air meluap", menyoroti masalah infrastruktur dan kebersihan yang memperburuk situasi.
Upaya Penanganan dan Evakuasi
DPKP Kota Depok bersama petugas gabungan, termasuk Brimob, segera melakukan evakuasi warga. Denny menyatakan, "Kami berupaya secara maksimal membantu mengevakuasi warga bersama petugas gabungan, saat ini banjir telah surut di wilayah terdampak". Fokus utama adalah menyelamatkan jiwa dan barang berharga warga.
Untuk penanganan pasca-banjir, DPKP akan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Sosial, untuk memberikan bantuan kebersihan. Sementara itu, belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka akibat banjir ini, meskipun petugas terus memantau dan mengumpulkan data.
Imbauan untuk Warga
Denny mengimbau warga terdampak untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mengevakuasi barang berharga ke lokasi yang lebih aman. Dia juga meminta maaf atas musibah ini dan berjanji untuk terus membantu warga. "Kami minta maaf atas musibah banjir ini, kami akan berusaha maksimal membantu warga terdampak banjir", ujarnya, menekankan komitmen pemerintah dalam penanggulangan bencana.
Banjir di Depok ini menjadi perhatian serius di hari Lebaran, mengganggu perayaan dan menimbulkan kerugian materiil yang besar bagi ribuan keluarga.



