Banjir Ciracas Mulai Surut, Namun Situasi Belum Sepenuhnya Normal
Banjir yang melanda Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, mulai menunjukkan tanda-tanda surut setelah sempat mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan. Meskipun demikian, kondisi di sejumlah wilayah masih belum pulih sepenuhnya, dengan genangan air yang tersisa dan warga yang terus menghadapi dampak dari bencana ini.
Proses Surut dan Ketinggian Air
Menurut Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, banjir yang awalnya mencapai ketinggian sekitar satu meter pada pukul 01.00 WIB, telah berangsur surut hingga tersisa 15 hingga 20 sentimeter pada pagi hari pukul 06.00 WIB. "Belum kering memang," ujarnya, menegaskan bahwa proses pemulihan masih berlangsung. Banjir ini mulai muncul sejak Sabtu malam, pukul 19.00 WIB, ketika permukaan air di kali tiba-tiba naik meskipun hujan di Ciracas sudah reda sebelumnya.
Penyebab dan Dampak Banjir
Peningkatan air yang signifikan diduga disebabkan oleh hujan deras di wilayah hulu, khususnya di Cimanggis, yang menyebabkan Kali Baru dan Kali Cipinang tidak mampu menampung debit air yang berlebih. Ketinggian air di permukiman warga rata-rata berkisar antara 50 sentimeter hingga 1 meter, mengakibatkan luapan yang merendam rumah-rumah. Dampaknya, sejumlah warga, terutama di Kelurahan Rambutan, terpaksa mengungsi ke kantor kelurahan atau rumah tetangga yang tidak terdampak. "Ada yang mengungsi ke kelurahan, ada juga ke tetangga. Tapi memang banyak rumah kosong karena ditinggal mudik," jelas Ritonga.
Penanganan dan Bantuan
Pemerintah kecamatan saat ini fokus pada penanganan darurat dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial. Bantuan pangan telah mulai disalurkan kepada warga terdampak, meskipun belum menjangkau seluruhnya. "Kalau bantuan fisik belum, tapi untuk pangan dari sosial sudah ada," kata Ritonga. Upaya pemulihan terus dilakukan untuk mengatasi genangan yang masih tersisa dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Meskipun banjir telah surut, situasi di Ciracas belum sepenuhnya normal. Warga diharapkan tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang terkait perkembangan lebih lanjut.



