Banjir Bekasi Rendam 19.408 KK, 376 Jiwa Mengungsi di Bulan Puasa
Banjir Bekasi Rendam 19.408 KK, 376 Jiwa Mengungsi

Banjir Bekasi Rendam 19.408 Kepala Keluarga, 376 Jiwa Terpaksa Mengungsi

Bekasi - Sebanyak 19.408 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, harus menjalani bulan puasa dalam kondisi sulit akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Genangan air dipicu oleh hujan yang turun sepanjang hari sejak Kamis malam, memperparah situasi di tengah bulan Ramadhan.

"Pada siang hari, jumlah KK terdampak tercatat sekitar 17 ribu, namun menjelang malam, banjir semakin meluas dan berdampak pada lebih dari 19 ribu KK," ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, di Cikarang, seperti dilaporkan Antara pada Jumat (20/2/2026).

Genangan Air Meluas di 75 Titik, Longsor dan Angin Puting Beliung Turut Mengancam

Muchlis menjelaskan bahwa genangan air telah menyebar ke 75 titik yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan. Dari total 19.408 KK yang terdampak, sebanyak 94 KK atau setara dengan 376 jiwa terpaksa mengungsi karena rumah mereka terendam dan akses lingkungan terputus.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

"Tim kami masih melakukan pendataan lanjutan. Evakuasi dan distribusi bantuan logistik telah dilaksanakan di sejumlah lokasi yang terdampak," tambahnya.

Wilayah Kecamatan Babelan menjadi salah satu episentrum banjir, dengan Tinggi Muka Air (TMA) mencapai 20-40 centimeter (cm) yang merendam desa-desa seperti Hurip Jaya, Babelan Kota, Muarabakti, Kedung Pengawas, dan Buni Bakti. Di Kelurahan Kebalen, longsor dilaporkan terjadi di dua titik permukiman warga.

Sementara itu, Kecamatan Tambun Utara mencatat dampak yang lebih luas. Banjir dengan TMA 30-100 cm menggenangi Desa Satriajaya, Satria Mekar, Srijaya, Srimukti, dan Sriamur. Di wilayah ini, angin puting beliung juga dilaporkan menerjang Desa Srimukti, sementara longsor terjadi di Desa Karangsatria.

Kecamatan Cikarang Utara Alami Banjir Terparah, Akses Jalan Terputus

Di Kecamatan Cikarang Utara, banjir tercatat paling parah dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 170 cm. Genangan merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja, memutus akses jalan lingkungan dan memaksa warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Banjir juga meluas ke Kecamatan Cabangbungin, merendam Desa Jayalaksana dengan TMA 20-40 cm, sementara Desa Setialaksana dilaporkan terdampak angin puting beliung. Di Kecamatan Cibitung, genangan air merendam Kelurahan Wanasari, Desa Wanajaya, dan Desa Sarimukti.

Di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong, banjir menggenangi Desa Pantai Harapan Jaya dan Bojongsari. Sementara di wilayah selatan, Desa Sukamekar terendam dengan TMA 30-100 cm, dan longsor terjadi di beberapa desa seperti Sukabungah, Sukamukti, Sukaragam, dan Jayasampurna.

376 Jiwa Mengungsi, Lahan Pertanian Terdampak, Bantuan Logistik Diberikan

Hingga Jumat malam, BPBD mencatat ada tiga lokasi pengungsian, yakni di Kantor Kecamatan Tambun Utara serta dua titik di Desa Karangraharja. Total pengungsi mencapai 376 jiwa. Selain permukiman, sebanyak 1.026 hektare lahan pertanian dilaporkan terdampak banjir, berpotensi mengganggu produksi pangan lokal.

"Fokus utama penanganan adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, warga lanjut usia, serta penyandang disabilitas," tegas Muchlis.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pihaknya terus melakukan asesmen cepat di lapangan karena potensi genangan masih bertambah. "Debit air di beberapa titik masih fluktuatif. Kami menyiagakan personel 24 jam untuk memantau perkembangan, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran sungai dan tanggul," ujarnya.

Pihaknya juga telah melakukan distribusi logistik yang difokuskan pada kebutuhan dasar warga terdampak, mencakup makanan siap saji untuk sahur dan berbuka, air bersih, selimut, serta kebutuhan bayi dan lansia.

"Selama Ramadhan, kami pastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Dapur umum sudah diaktifkan di titik pengungsian, dan kami berkoordinasi dengan lintas sektor agar suplai logistik tidak terputus," kata Dodi.

BPBD Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI-Polri, Tagana, PMI, relawan kebencanaan, BBWS, dan PJT II dalam melakukan pendataan, evakuasi, pendirian tenda pengungsian, hingga distribusi bantuan logistik untuk meringankan beban warga terdampak banjir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga