Kronologi Ambulans Dihalangi Pemotor di Depok saat Jemput Pasien Kecelakaan
Ambulans Dihalangi Pemotor di Depok Saat Jemput Pasien

Seorang pengendara motor berinisial MO ditetapkan sebagai tersangka setelah video aksinya menghalang-halangi ambulans di Sukmajaya, Depok, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi saat ambulans hendak menjemput pasien kecelakaan tunggal.

Kronologi Kejadian

Insiden berlangsung di Jalan Moch Nail, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 11.18 WIB. Ambulans milik Albaari Foundation sedang dalam perjalanan menuju lokasi kecelakaan tunggal di Cilodong, Depok.

Founder Albaari Foundation, Musyaffa Kautsar, yang saat itu mengemudikan ambulans, menjelaskan bahwa kantor mereka berada di dalam perumahan. Karena itu, ia terbiasa tidak menyalakan sirene panjang saat keluar, melainkan hanya menggunakan rotator dan bunyi klakson pendek.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Aksi Penghadangan

Pelaku yang tidak terima dengan suara ambulans tersebut berusaha memberhentikan kendaraan dan memaki-maki kru ambulans. Musyaffa sempat menjelaskan bahwa ambulans adalah kendaraan prioritas yang boleh menyalakan sirene meski tanpa pasien. Namun, pelaku tetap kukuh bahwa ambulans tidak diperbolehkan menyalakan sirene jika tidak ada pasien.

Setelah itu, pelaku malah mengejar ambulans dan melakukan aksi perusakan. Ambulans ditendang dan dipukul secara membabi buta, disertai ancaman dari pelaku. "Ada pengancaman, dia bilang 'Awas kamu, saya warga sini, akan kucari'" ujar Musyaffa.

Tersangka dan Pasal yang Dijerat

Polisi telah menetapkan MO sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 521 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait perusakan. Kasus ini bermula dari laporan polisi yang dibuat oleh Musyaffa karena aksi anarkisme pelaku.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya memberi prioritas kepada ambulans di jalan, terutama saat menjemput pasien dalam kondisi darurat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga