AHY Tinjau Lokasi Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Selasa (28/4/2026). Pemerintah memastikan penanganan korban, evakuasi, serta langkah pemulihan infrastruktur berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026), AHY menyampaikan doa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Ia menegaskan bahwa evakuasi terhadap seluruh korban telah berhasil dilakukan. Tiga korban yang sempat terjepit di gerbong berhasil dikeluarkan dengan selamat setelah proses evakuasi selama kurang lebih delapan jam.
Prioritas Penyelamatan dan Pemulihan
AHY menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah penyelamatan dan penanganan medis seluruh korban. Tahap berikutnya adalah pemulihan di lokasi, termasuk proses evakuasi gerbong yang rusak akibat tabrakan. Ia menyebutkan bahwa gerbong khusus wanita KRL masih dalam proses evakuasi atau recovery dan diupayakan dapat diangkat dari rel pada sore hari.
Setelah proses evakuasi selesai, pemerintah akan fokus pada normalisasi jalur dan sistem kelistrikan agar layanan kereta dapat kembali beroperasi secara aman. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab kecelakaan secara komprehensif.
Temuan Awal dan Arahan Presiden
Dari temuan awal, diketahui bahwa lintasan sebidang antara rel kereta dan jalur darat masih menjadi titik rawan yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi publik. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang telah meninjau langsung lokasi kejadian, AHY menegaskan seluruh jajaran pemerintah akan melakukan evaluasi dan koreksi menyeluruh terhadap sistem transportasi dan keselamatan publik.
"Arahan Presiden sangat jelas, lakukan pembenahan dan penataan secara menyeluruh, dari kebijakan hingga lapangan. Keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi," tegas AHY. Ia juga memastikan proses investigasi oleh KNKT akan dikawal secara transparan dan akuntabel.
Komitmen Pencegahan Ke Depan
Pemerintah akan terus memperkuat peningkatan keselamatan transportasi, mempercepat pembangunan infrastruktur rel yang modern dan aman, serta meminimalkan risiko lintasan sebidang di seluruh wilayah Indonesia. AHY menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan mengawal seluruh proses tindak lanjut hingga situasi sepenuhnya pulih.
Dalam peninjauan tersebut, AHY didampingi oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Direktur Sarana Prasarana Heru Kuswanto, Direktur Portofolio Management I Gede Darmayusa, Kepala Daerah Operasi 1 Wahyu Cahyono, Kepala Stasiun Bekasi Timur Wiseno, serta Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo R.M Manahutu, Staf Khusus Menteri Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Irjen Pol. Arif Rachman, Merry Riana, dan jajaran Tenaga Ahli Menteri.



