5 Fakta Terbaru Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Sumsel, Korban 18 Orang
5 Fakta Terbaru Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM

Kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) terjadi di Jalan Lintas Sumatra Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan korban jiwa yang cukup besar dan menarik perhatian publik. Berikut adalah lima fakta terkini mengenai kecelakaan tersebut.

1. Korban Tewas Bertambah Menjadi 18 Orang

Pada Sabtu (9/5) malam, jumlah korban tewas akibat kecelakaan ini bertambah menjadi 18 orang. Sebelumnya, petugas menerima 16 kantong jenazah, namun setelah penelusuran lebih lanjut oleh tim DVI, ditemukan bahwa satu kantong berisi dua bagian tubuh yang saling menempel di bagian ketiak. Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Budi Susanto, mengungkapkan bahwa bagian tubuh tersebut diduga milik seorang anak kecil. Total korban meninggal saat ini mencapai 18 orang, termasuk satu korban yang sebelumnya dirawat di RSUD Rupit atas nama M Tahrul asal Tegal.

2. Proses Identifikasi Korban Masih Berlangsung

Tim DVI terus bekerja melakukan identifikasi korban dengan mengumpulkan data dari keluarga melalui posko antemortem dan layanan hotline. Meskipun demikian, sejumlah data pendukung seperti gigi, properti, dan aksesoris yang ditemukan pada korban belum dapat dijadikan dasar penetapan identitas secara pasti. Keluarga korban diimbau untuk memberikan informasi sebanyak mungkin guna mempercepat proses identifikasi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

3. Izin Angkutan Bus ALS Kedaluwarsa

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan menyatakan bahwa uji KIR bus ALS masih aktif, namun izin angkutannya sudah kedaluwarsa. Kepala BPTD Kelas II Sumsel, Nurhadi Unggul Wibowo, mengonfirmasi hal tersebut pada Kamis (7/5). BPTD bersama Dinas Perhubungan Sumsel telah menurunkan tim untuk mengecek kondisi bus dan mencari penyebab insiden. Namun, pihaknya belum dapat mengungkap dugaan sementara penyebab kecelakaan.

4. Tim KNKT Telah Turun ke Lokasi

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Musni Wijaya, mengatakan bahwa tim dari Dishub Sumsel bersama KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), BPTD, Jasa Raharja, dan Ditlantas Polda Sumsel telah berada di lokasi kejadian. Tim tersebut bertugas melakukan investigasi sesuai dengan kewenangan masing-masing. Musni menyebut bahwa kecelakaan ini diduga bukan disebabkan oleh kendaraan yang tidak laik jalan, melainkan faktor lain. Untuk memastikannya, tim akan melakukan pengecekan lapangan secara bersama-sama.

5. Seluruh Korban Mendapat Santunan dari Jasa Raharja

PT Jasa Raharja memastikan bahwa seluruh korban kecelakaan ini mendapatkan santunan dan jaminan perawatan sesuai ketentuan yang berlaku. Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan petugas ke lokasi segera setelah menerima informasi. Petugas Jasa Raharja membantu proses evakuasi, berkoordinasi dengan Unit Laka Lantas untuk penerbitan laporan polisi, dan mendatangi rumah sakit untuk memastikan penanganan medis berjalan lancar. Perusahaan juga telah menerbitkan surat jaminan kepada RSUD Rupit Muratara untuk mempercepat penanganan korban luka. Pendataan korban dan ahli waris dilakukan untuk mempercepat penyaluran santunan bagi korban meninggal dunia.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga