Wamen HAM Mugiyanto: Serangan Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus Ancam Posisi Indonesia di PBB
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto merespons keras serangan teror dengan air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. Dalam pernyataannya, Mugiyanto menegaskan bahwa insiden ini berpotensi mengganggu posisi Indonesia di kancah internasional, terutama mengingat Indonesia saat ini menjabat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ancaman terhadap Kredibilitas Indonesia di Mata Dunia
Mugiyanto menyatakan bahwa peristiwa ini telah menarik perhatian Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk dan Pelapor Khusus PBB untuk Perlindungan Pembela HAM Mary Lawlor. "Hal ini cukup mengganggu posisioning Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB dan sebagai Presiden Dewan HAM PBB," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Minggu, 15 Maret 2026.
Dia menekankan bahwa Kementerian HAM telah berkomunikasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan meminta percepatan penyelidikan untuk mengungkap pelaku, motif, dan dalang di balik serangan tersebut. "Aparat keamanan jangan menganggap ini persoalan kecil, ini persoalan besar yang bisa mengganggu kredibilitas bangsa Indonesia," tegas Mugiyanto.
Komitmen Pemerintah dalam Perlindungan HAM
Mugiyanto menegaskan bahwa komitmen pemerintah terhadap perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia tetap kuat, termasuk hak atas kebebasan berekspresi, menyampaikan pendapat, dan berkumpul secara damai. Komitmen ini telah diatur dalam Konvenan Hak Sipil dan Politik yang diratifikasi melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005.
Dia menjelaskan bahwa penghormatan terhadap suara kritis masyarakat adalah bagian dari mekanisme check and balances dalam demokrasi. "Sebagai bagian dari komitmen tersebut adalah perlindungan kepada individu atau kelompok yang menyampaikan kritik dan sikap kritis tersebut. Ini adalah standing position Presiden Prabowo sebagaimana dirumuskan dalam Asta Cita," jelas Mugiyanto.
Percepatan Penyelidikan dan Dukungan kepada Korban
Mugiyanto mengapresiasi partisipasi masyarakat yang membantu polisi mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV. Namun, dia mengingatkan agar publik tetap mengacu pada hasil penyelidikan resmi aparat penegak hukum, terutama di era teknologi kecerdasan buatan yang semakin canggih.
Lebih lanjut, Mugiyanto menyampaikan simpati dan solidaritas mendalam kepada Andrie Yunus. Dia memastikan bahwa negara akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan pemulihan korban. "Sekali lagi Kementerian HAM menyampaikan simpati mendalam dan solidaritas kepada saudara Andrie Yunus, serta mendoakan agar segera pulih dengan perawatan terbaik dari rumah sakit," tandasnya.
Implikasi Internasional dan Tuntutan Penegakan Hukum
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius terhadap reputasi Indonesia di forum global. Mugiyanto menekankan bahwa percepatan penyelidikan oleh kepolisian sangat mendesak untuk memberikan kejelasan kepada publik dan mencegah spekulasi yang dapat merusak kredibilitas pemerintah dalam perlindungan HAM.
Dia juga menyoroti pentingnya penegakan hukum yang keras terhadap pelaku intimidasi, teror, dan kekerasan terhadap pembela HAM. "Siapa pelakunya, apa motifnya, siapa dalangnya, serta penegakan hukum yang keras, agar peristiwa intimidasi, teror dan kekerasan kepada para pembela HAM atau siapapun, tidak terus terjadi," ucap Mugiyanto.
