Kondisi Terkini Andrie Yunus, Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras
Kondisi Andrie Yunus, Aktivis KontraS Korban Air Keras

Kondisi Terkini Andrie Yunus, Aktivis KontraS Korban Penyiraman Air Keras

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, masih berada dalam kondisi yang memerlukan perawatan medis menyeluruh setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal. Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB.

Perawatan Medis Berlanjut, Kunjungan Belum Diizinkan

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, memberikan keterangan resmi mengenai kondisi korban pada Senin (16/3/2026). "Kondisi korban masih dalam perawatan dan belum bisa dibesuk," tegas Budi Hermanto kepada para wartawan. Pernyataan ini menegaskan bahwa situasi kesehatan Andrie Yunus masih sangat serius dan membutuhkan perhatian penuh dari tim medis.

Polisi menegaskan bahwa proses penggalian keterangan mendalam terkait kejadian penyiraman air keras ini akan dilakukan setelah kondisi fisik Andrie Yunus menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang signifikan. Selain itu, penyidik juga berencana untuk menggali informasi dari berbagai pihak lain yang terkait.

"Tentunya, tapi juga tetap mendalami dari orang sekitar korban dan sekitar TKP," tambah Budi Hermanto, mengindikasikan bahwa investigasi akan mencakup wawancara dengan keluarga, rekan kerja, serta saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian perkara.

Komitmen Tinggi dari Pimpinan Polri dan Presiden

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya telah menegaskan komitmen kuat Polri untuk menuntaskan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini. Dalam pernyataannya, Jenderal Sigit mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas.

"Terkait dengan perkembangan dari penyerangan aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," ujar Jenderal Sigit kepada wartawan usai meninjau arus mudik di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Jawa Timur, pada Minggu (15/3).

Metode Investigasi Ilmiah dan Pengumpulan Informasi

Kapolri menjelaskan bahwa pihak kepolisian akan menggunakan pendekatan Scientific Crime Investigation atau penyelidikan ilmiah kejahatan dalam mengungkap kasus ini. Metode ini diharapkan dapat memberikan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

"Langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan Scientific Crime Investigation. Saat ini kita sedang melakukan pengumpulan informasi-informasi, dan informasi-informasi tersebut nantinya akan kita dalami satu per satu," tutur Jenderal Sigit.

Pengumpulan informasi secara intensif terus dilakukan oleh tim di lapangan. Jenderal Sigit menambahkan bahwa seluruh jajaran kepolisian telah bergerak di bawah koordinasi yang ketat antara Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Perkembangan kasus ini dijanjikan akan disampaikan kepada publik secara berkala untuk menjaga transparansi.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS ini telah menimbulkan keprihatinan luas di masyarakat, mengingat posisi Andrie Yunus sebagai pejuang hak asasi manusia. Investigasi yang komprehensif dan profesional sangat dinantikan untuk mengungkap motif dan pelaku di balik tindakan kekerasan ini.