Komnas HAM Duga KKB Penembak Smart Air Juga Gagalkan Kunker Wapres Gibran
KKB Penembak Smart Air Diduga Gagalkan Kunker Gibran

Komnas HAM Duga KKB Penembak Smart Air Juga Gagalkan Kunker Wapres Gibran

Jakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencurigai adanya pola baru dalam aksi kekerasan dan konflik bersenjata di wilayah Papua Selatan. Pihaknya menduga bahwa kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau kelompok sipil bersenjata (KSB) yang menembak pesawat Smart Air PK-SNR di Boven Digoel, Papua Selatan, merupakan komplotan yang sama yang pernah menebar ancaman di Yahukimo, Papua Pegunungan.

Keterkaitan dengan Insiden Yahukimo

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyatakan bahwa berdasarkan berbagai informasi yang dimiliki, diduga kelompok yang sama melakukan berbagai teror dan kekerasan. Salah satunya adalah penembakan pesawat komersial di Yahukimo pada 14 Januari 2026, yang menggagalkan kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Berdasarkan berbagai informasi yang dimiliki Komnas HAM, diduga kelompok yang sama melakukan berbagai teror dan kekerasan di antaranya penembakan pesawat komersial di Yahukimo pada 14 Januari 2026 yang menggagalkan kunjungan Wakil Presiden," ucap Anis Hidayah.

Serangan Lain yang Diduga Dilakukan Kelompok Sama

Para pelaku juga dicurigai merupakan kelompok yang sama yang pernah melakukan aksi penembakan dan perusakan di SMP YPK Yakpesmi. Serangan KKB saat itu mengakibatkan seorang pekerja bangunan bernama Daniel Datti (41) tewas pada 2 Februari 2026.

"Serta membunuh seorang warga sipil bernama Daniel Datti yang berprofesi sebagai pekerja bangunan di SMP YPK Yakpesmi, Kabupaten Yahukimo pada 2 Februari 2026," tambah Anis Hidayah.

Kecaman atas Tindakan Kekerasan

Komnas HAM menyampaikan duka cita atas meninggalnya pilot dan kopilot pesawat Smart Air, Captain Egon dan Baskoro Adi Anggoro. Pihaknya mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan KKB, menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap warga sipil, baik dalam situasi perang maupun selain perang, merupakan pelanggaran hukum HAM dan hukum humaniter internasional.

"Segala bentuk serangan terhadap warga sipil dalam situasi perang maupun selain perang yang dilakukan oleh aktor negara maupun non-negara merupakan bentuk pelanggaran hukum HAM dan hukum humaniter internasional," ujarnya.

Insiden penembakan pesawat Smart Air terjadi saat pesawat mendarat di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Komnas HAM terus memantau perkembangan kasus ini untuk mengungkap keterkaitan dan pola aksi kekerasan di wilayah tersebut.