Aktor Palestina, Motaz Malhees, mengungkapkan bahwa larangan perjalanan yang diterapkan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi penghalang baginya untuk menghadiri ajang Oscar ke-98 pada hari Minggu. Dalam acara bergengsi tersebut, film yang dibintanginya, The Voice of Hind Rajab, telah dinominasikan sebagai film fitur internasional terbaik.
Kendala Masuk ke Amerika Serikat
Malhees, yang memerankan operator call center dalam film tersebut, menyatakan bahwa dirinya tidak dapat hadir di Academy Awards, yang lebih dikenal sebagai Oscar, karena dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat. "Saya tidak akan berada di sana," tulis Malhees dalam sebuah pernyataan singkat yang menegaskan situasi sulit yang dihadapinya.
Dampak pada Partisipasi Seniman
Insiden ini menyoroti bagaimana kebijakan imigrasi dan larangan perjalanan dapat memengaruhi partisipasi seniman internasional dalam acara budaya global. Film The Voice of Hind Rajab, yang mengangkat kisah perjuangan seorang gadis Palestina, kini harus diwakili tanpa kehadiran salah satu pemain utamanya di panggung Oscar.
Nominasi film ini sebagai film fitur internasional terbaik seharusnya menjadi momen kebanggaan bagi tim produksi, namun terhalang oleh isu politik dan keamanan. Larangan perjalanan Trump, yang awalnya ditujukan untuk beberapa negara mayoritas Muslim, masih berdampak pada individu seperti Malhees yang berasal dari wilayah konflik.
Respons dan Implikasi Lebih Luas
Kasus ini memicu diskusi tentang akses seniman Palestina ke panggung internasional, serta bagaimana kebijakan luar negeri dapat membatasi pertukaran budaya. Meski tidak hadir secara fisik, Malhees berharap filmnya tetap dapat menyampaikan pesan kemanusiaan yang kuat kepada penonton Oscar di seluruh dunia.
