KOMPAS.com - Sebuah video yang beredar di media sosial sejak pertengahan Maret 2026 menampilkan tiga kapal terbakar di Selat Hormuz. Pengguna media sosial menyebutkan bahwa kapal tersebut merupakan kapal tanker milik Thailand yang dibom oleh Iran. Setelah ditelusuri oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut terbukti sebagai konten manipulatif.
Penyebaran Video
Video tiga kapal terbakar di Selat Hormuz pertama kali disebarkan oleh akun Instagram tertentu. Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa kapal tanker Thailand menjadi sasaran serangan Iran di perairan strategis Selat Hormuz. Video ini dengan cepat menyebar dan menimbulkan kekhawatiran publik mengenai eskalasi konflik di Timur Tengah.
Hasil Penelusuran Tim Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran mendalam terhadap video dan klaim yang menyertainya. Hasilnya, ditemukan bahwa video tersebut bukanlah rekaman asli peristiwa ledakan kapal tanker Thailand. Sebaliknya, video itu merupakan hasil manipulasi digital yang menggabungkan beberapa cuplikan dari insiden kebakaran kapal yang terjadi di lokasi dan waktu berbeda.
Klarifikasi dan Imbauan
Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa kapal tanker Thailand dibom oleh Iran di Selat Hormuz. Peristiwa kebakaran kapal yang terekam dalam video sebenarnya berasal dari insiden terpisah yang tidak terkait dengan serangan militer. Publik diimbau untuk tidak mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi dan selalu melakukan cek fakta sebelum menyebarkan berita.
Kesimpulan
Video tiga kapal terbakar di Selat Hormuz yang viral adalah konten manipulatif. Klaim bahwa kapal tanker Thailand dibom oleh Iran tidak berdasar. Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.



