Praktik Jual Beli Rekening Bank di Facebook, Wadah Baru Kejahatan Digital?
Praktik jual-beli nomor rekening bank kini marak beredar di platform marketplace Facebook, menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat. Warganet dengan akun @mrt******* pada Minggu (7/2/2026) mengunggah tangkapan layar yang memperlihatkan aktivitas mencurigakan tersebut.
Harga Murah dan Potensi Penyalahgunaan
Dalam unggahan tersebut, terlihat jelas bahwa rekening ATM dijual dengan harga yang sangat murah, yakni hanya Rp 500 per rekening. Meskipun tidak jelas untuk apa nomor rekening tersebut dijual, pengunggah menyuarakan kekhawatiran mendalam bahwa rekening-rekening ini berpotensi besar digunakan untuk tindak penipuan berbasis digital.
"Rekening bank diperjualbelikan bebas di marketplace Facebook. Entah pakai KTP siapa, entah dipakai buat kejahatan apa. Terjawab sudah! kenapa scam merajalela, korban makin banyak, pelaku sulit dilacak," tulis pengunggah dalam unggahannya.
Ancaman terhadap Keamanan Transaksi Digital
Maraknya praktik ini mengindikasikan adanya celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Rekening bank yang diperjualbelikan secara ilegal ini berisiko tinggi digunakan untuk berbagai modus kejahatan, seperti:
- Penipuan online melalui transaksi fiktif
- Pencucian uang dari aktivitas ilegal
- Pengelabuan korban dengan rekening palsu
- Penyamaran identitas pelaku kejahatan
Kemudahan akses dan harga yang sangat murah membuat praktik ini semakin mengkhawatirkan, terutama mengingat sulitnya pelacakan pelaku kejahatan digital yang menggunakan rekening orang lain.
Perlunya Peningkatan Pengawasan Platform Digital
Fenomena ini menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas di platform digital seperti Facebook marketplace. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak terlibat dalam transaksi mencurigakan semacam ini, sementara otoritas terkait didorong untuk mengambil langkah tegas guna mencegah penyalahgunaan rekening bank untuk kejahatan.