Hoaks Tanah Longsor Beredar di Media Sosial, Foto Diduga Rekayasa
Hoaks Tanah Longsor Beredar, Foto Diduga Rekayasa

Hoaks Tanah Longsor Beredar di Media Sosial, Foto Diduga Rekayasa

Di media sosial, beredar sejumlah unggahan yang menarasikan terjadinya bencana tanah longsor. Unggahan tersebut disertai foto yang memperlihatkan longsoran tanah menerjang kendaraan, serta proses evakuasi oleh petugas dan masyarakat. Narasi ini mulai beredar pada 10 April 2026, namun tidak menjelaskan secara spesifik di mana lokasi bencana longsor itu terjadi.

Kejanggalan dalam Foto yang Beredar

Apabila dicermati dengan seksama, terdapat beberapa kejanggalan dalam foto yang dibagikan. Misalnya, dalam salah satu gambar, korban yang seharusnya sedang diselamatkan malah tergeletak di samping regu penyelamat tanpa konteks yang jelas. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa foto tersebut mungkin direkayasa atau diambil dari peristiwa lain yang tidak terkait.

Foto-foto tersebut hanya memperlihatkan sejumlah petugas dan masyarakat yang sedang melakukan proses evakuasi dan upaya penyelamatan, tanpa ada informasi tambahan yang dapat diverifikasi. Tidak ada detail mengenai daerah terdampak, jumlah korban, atau sumber resmi yang mengonfirmasi kejadian ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pentingnya Verifikasi Informasi Bencana

Dalam situasi seperti ini, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi terkait bencana. Hoaks atau berita palsu tentang tanah longsor dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu dan mengganggu upaya penanganan bencana yang sesungguhnya.

Pastikan untuk merujuk pada sumber resmi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau instansi terkait lainnya untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya. Jangan mudah terpancing oleh unggahan media sosial yang tidak jelas sumber dan lokasinya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga