KOMPAS.com - Bangkai kapal penjara Jepang dari masa Perang Dunia II berhasil ditemukan di perairan lepas pantai Filipina. Kapal tersebut tenggelam pada tahun 1944 bersama lebih dari 1.000 tawanan perang Sekutu yang berada di dalamnya.
Identitas Kapal yang Ditemukan
Kapal yang dimaksud bernama Hōfuku Maru. Kapal ini dikenal sebagai salah satu dari sekian banyak "kapal neraka" Jepang, sebutan yang diberikan kepada kapal-kapal pengangkut tawanan perang yang berlayar antar kamp kerja paksa selama Perang Dunia II. Banyak tawanan yang diangkut oleh kapal-kapal tersebut sebelumnya dipaksa bekerja dalam proyek pembangunan Jalur Kereta Api Burma-Thailand, yang kemudian dikenal dengan sebutan "Jalur Kereta Api Kematian" karena tingkat kematian yang sangat tinggi di kalangan pekerja paksa dan tawanan perang.
Peran Josh Gates dalam Ekspedisi
Pemimpin ekspedisi yang menemukan bangkai kapal tersebut adalah Josh Gates, seorang pembawa acara televisi asal Amerika Serikat. Gates menyatakan bahwa banyak kapal pengangkut tawanan perang Jepang yang ditenggelamkan oleh pasukan Sekutu karena kapal-kapal tersebut dianggap sebagai bagian dari konvoi militer Jepang. Penemuan ini memberikan bukti baru tentang tragedi kemanusiaan yang terjadi selama perang.
Penemuan bangkai kapal Hōfuku Maru diharapkan dapat mengungkap lebih banyak informasi mengenai nasib para tawanan perang Sekutu yang tewas dalam peristiwa tersebut. Ekspedisi ini juga menjadi pengingat akan kekejaman perang dan pentingnya menghormati memori para korban.



