Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengingatkan publik akan adanya ancaman spyware Android yang dikenal dengan nama Morpheus. Spyware ini dikabarkan dapat menyasar aplikasi WhatsApp pengguna dan memberikan akses penuh kepada pelaku untuk mengendalikan akun korban.
Asal-usul dan Penggunaan Morpheus
Menurut Alfons, Morpheus merupakan spyware yang diduga berasal dari Italia. Ia menyebutkan bahwa perangkat lunak berbahaya ini telah digunakan oleh lembaga penegak hukum serta intelijen di lebih dari 20 negara. Hal ini menunjukkan bahwa Morpheus bukanlah ancaman biasa, melainkan alat yang dirancang untuk kepentingan pengawasan skala besar.
Cara Kerja Morpheus
Alfons menjelaskan bahwa bagian paling berbahaya dari Morpheus adalah kemampuannya untuk memberikan akses penuh kepada pelaku dalam menautkan perangkat baru ke akun WhatsApp korban. Dengan demikian, pelaku dapat membaca pesan, mendengarkan panggilan, dan mengakses data pribadi lainnya tanpa sepengetahuan korban.
Lebih lanjut, Alfons mengungkapkan bahwa spyware ini bekerja dengan memanfaatkan situasi tertentu, salah satunya saat ponsel kehilangan akses data seluler. Kondisi ini membuat ponsel lebih rentan terhadap serangan, karena koneksi internet yang tidak stabil dapat dimanfaatkan untuk menyusupkan malware.
Langkah Pencegahan
Untuk melindungi diri dari ancaman Morpheus, Alfons menyarankan pengguna untuk selalu memperbarui sistem operasi Android dan aplikasi WhatsApp ke versi terbaru. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk tidak mengklik tautan mencurigakan atau mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi. Mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah pada WhatsApp juga dapat membantu mengamankan akun.
Dengan meningkatnya ancaman siber seperti Morpheus, kewaspadaan dan tindakan preventif menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data pribadi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti perkembangan informasi keamanan dari sumber terpercaya.



