IDAI Anjurkan Vaksinasi Campak untuk Anak 9 Bulan hingga 15 Tahun, Jangan Abaikan Dampaknya
Vaksinasi Campak Dianjurkan untuk Anak 9 Bulan-15 Tahun

IDAI Anjurkan Vaksinasi Campak untuk Anak 9 Bulan hingga 15 Tahun, Jangan Abaikan Dampaknya

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso Sp.A Subsp.Kardio(K), menegaskan bahwa vaksinasi campak difokuskan pada anak usia 9 bulan ke atas untuk meningkatkan kekebalan tubuh mereka. "Kami fokus pada rentang usia sembilan bulan hingga lima belas tahun karena kelompok inilah yang paling banyak terkena campak hingga saat ini," jelas Piprim dalam pertemuan dengan media di Rumah Vaksinasi Jakarta, Kamis (12/3/2026), seperti dilansir Antara.

Jadwal dan Pengulangan Vaksinasi yang Direkomendasikan

Vaksinasi measles and rubella (MR) untuk mencegah campak dan rubella, sesuai program pemerintah, diberikan pada anak usia 9 bulan, dengan pengulangan pada usia 2 tahun dan 5 tahun. IDAI juga menjadwalkan vaksinasi kombinasi campak, gondongan, dan rubella (MMR) pada usia 15 bulan, diikuti pengulangan pada usia 5 tahun. Pengulangan ini sangat penting agar tubuh dapat mengingat memori sel-sel imun untuk memerangi virus campak, yang membutuhkan kekebalan spesifik selain dukungan nutrisi dan olahraga.

Dampak dan Perlindungan dari Vaksinasi

Piprim mengingatkan bahwa meskipun anak telah menerima vaksinasi lengkap, termasuk campak, hal itu tidak menjamin kekebalan 100 persen. Namun, anak yang divaksinasi cenderung mengalami tingkat keparahan dan komplikasi yang lebih ringan karena kekebalan tubuhnya sudah terbentuk. Sebaliknya, anak yang tidak melengkapi vaksinasi campak menjadi rentan tertular dan dapat menularkan penyakit kepada anak lain, termasuk mereka yang memiliki kondisi kronis seperti penyakit jantung bawaan atau penyakit ginjal.

"Anak-anak dengan penyakit berat seperti itu harus dilindungi dengan lingkungan yang sudah divaksin," tambah Piprim. Dia menekankan bahwa kemunculan kembali wabah campak mengingatkan masyarakat untuk segera melengkapi vaksinasi, mengingat penyakit ini sangat menular, bahkan melebihi COVID-19.

Data Kasus dan Pentingnya Cakupan Imunisasi Tinggi

Menurut data IDAI, hingga minggu ke-7 tahun 2026, terdapat 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi dan 4 kematian. Pada tahun 2025, angka ini lebih tinggi, dengan 63.769 suspek, 11.094 kasus terkonfirmasi, dan 69 kematian. Piprim menegaskan bahwa cakupan imunisasi harus sangat tinggi, di atas 95 persen, untuk menjaga kekebalan komunitas dengan baik dan mencegah penyebaran wabah yang lebih luas.

Dengan demikian, vaksinasi campak tidak hanya melindungi individu, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan masyarakat secara keseluruhan, terutama di tengah ancaman penyakit menular yang terus meningkat.