Pemerintah terus mempercepat dan memperkuat upaya pengentasan penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Hal ini penting mengingat Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia. Berdasarkan laporan Global TB Report 2025 yang diterbitkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada November lalu, Indonesia menempati posisi kedua sebagai penyumbang kasus TB terbesar di dunia.
Posisi Indonesia dalam Kasus TBC Global
Sebagian besar kasus TBC berasal dari negara-negara dengan beban TB tertinggi. Delapan negara penyumbang kasus TB terbesar di dunia meliputi India (25%), Indonesia (10%), dan Filipina (6,8%). Angka ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam menekan prevalensi TBC.
Capaian Penemuan Kasus dan Pengobatan
Pemerintah telah menginisiasi berbagai program strategis, termasuk pengobatan bagi pasien TBC. Menurut Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, penemuan kasus TBC per 3 Mei 2026 mencapai lebih dari 241.000 kasus. Dari jumlah tersebut, inisiasi pengobatan mencapai 84% dari target nasional sebesar 95%. Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan tercatat 80% dari target 90%.
- Penemuan kasus: lebih dari 241.000 kasus
- Inisiasi pengobatan: 84% (target 95%)
- Keberhasilan pengobatan: 80% (target 90%)
Langkah Pemerintah untuk Mempercepat Capaian
Untuk mempercepat peningkatan capaian program TB di tahun 2026, pemerintah melaksanakan perbaikan terhadap 8.000 rumah pasien TB di wilayah dengan beban kasus tinggi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akses dan kualitas pengobatan bagi pasien. Selain itu, berbagai terobosan terus dilakukan untuk menekan angka kasus TBC di Indonesia.
Informasi lebih lengkap mengenai angka kasus TBC tertinggi di dunia dan langkah-langkah terobosan pemerintah dapat disimak dalam rangkaian infografis yang disediakan.



