Hantavirus kembali menjadi sorotan publik setelah adanya laporan kasus infeksi pada seorang penumpang kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari Tenerife, Spanyol. Infeksi tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa. Dokter spesialis penyakit dalam dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Rio Yansen Cikutra, Sp.PD, menjelaskan bahwa Hantavirus adalah kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini dapat menyebabkan gangguan serius pada paru-paru dan ginjal manusia.
Cara Penularan Hantavirus
Menurut dr. Rio, infeksi Hantavirus paling sering terjadi melalui airborne transmission, yaitu ketika seseorang menghirup partikel udara yang terkontaminasi oleh urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (13/5/2026) dan dikutip dari Antara.
Selain melalui udara, penularan juga dapat terjadi akibat kontak langsung dengan sarang tikus atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh area wajah seperti hidung, mata, atau mulut. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyebaran virus ini.
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah infeksi Hantavirus, masyarakat disarankan untuk:
- Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar, terutama dari keberadaan tikus.
- Menutup rapat tempat penyimpanan makanan agar tidak menarik perhatian tikus.
- Menggunakan masker saat membersihkan area yang mungkin terkontaminasi kotoran tikus.
- Mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas di luar rumah atau setelah kontak dengan hewan pengerat.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, risiko penularan Hantavirus dapat diminimalkan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, nyeri otot, dan sesak napas setelah terpapar lingkungan yang berpotensi terkontaminasi.



