Hantavirus kembali menjadi perhatian global setelah wabah melanda penumpang kapal pesiar MV Hondius di perairan Samudra Atlantik. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengonfirmasi lima kasus Hantavirus yang terdeteksi. Selain itu, tiga penumpang kapal tersebut dilaporkan meninggal dunia.
Pernyataan WHO
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa kemungkinan masih ada kasus lain yang belum teridentifikasi. Namun, ia menegaskan bahwa risiko terhadap kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetap rendah. “Meskipun ini merupakan insiden yang serius, WHO menilai risiko kesehatan masyarakatnya rendah,” ujarnya seperti dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (7/6/2026).
WHO terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Para penumpang yang terpapar telah mendapatkan perawatan medis, dan langkah-langkah karantina diterapkan di kapal.
Latar Belakang Hantavirus
Hantavirus adalah virus yang ditularkan melalui tikus dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru yang parah pada manusia. Gejala awal mirip flu, seperti demam, nyeri otot, dan kelelahan, yang dapat berkembang menjadi kesulitan bernapas. Penularan antar manusia sangat jarang terjadi, sehingga risiko wabah besar dianggap rendah.
Meski demikian, WHO mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kebersihan, terutama di area yang berpotensi terdapat tikus. Kapal MV Hondius sendiri telah menjalani prosedur dekontaminasi menyeluruh.



