Lebaran Hari Kedua Masih Dibayangi Hujan, BMKG Keluarkan Peringatan Dini
Hari kedua perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau 22 Maret 2026 masih diwarnai kondisi cuaca yang tidak menentu di berbagai wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi dominasi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga lebat, yang perlu diwaspadai masyarakat.
Wilayah dengan Potensi Hujan Sedang-Lebat
Berdasarkan keterangan resmi BMKG, terdapat sejumlah daerah yang berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan dari sedang hingga lebat pada Lebaran hari kedua. Wilayah-wilayah tersebut meliputi:
- Sumatera: Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.
- Jabodetabek: Banten dan DKI Jakarta.
- Jawa: Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Bali dan Nusa Tenggara: Bali serta Nusa Tenggara Barat.
- Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
- Sulawesi: Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara.
- Maluku: Maluku Utara.
- Papua: Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.
Peringatan Dini untuk Cuaca Ekstrem
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi. Hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, yang mungkin disertai kilat, petir, dan angin kencang, diprediksi melanda beberapa wilayah dengan kategori siaga.
Wilayah siaga untuk hujan lebat-sangat lebat meliputi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.
Sementara itu, potensi angin kencang perlu diwaspadai di: Aceh, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
Mengingat dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem ini dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
"Dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer yang masih aktif, kami mendorong semua pihak untuk tetap waspada dan mengambil langkah antisipasi guna mengurangi risiko dampak cuaca buruk," demikian penegasan dari BMKG seperti dikutip dalam keterangan resminya.
Prediksi ini menjadi perhatian khusus bagi masyarakat yang masih dalam perjalanan mudik atau sedang menikmati liburan Lebaran. Disarankan untuk selalu memantau perkembangan cuaca terbaru dari sumber resmi dan menghindari daerah rawan bencana saat hujan deras melanda.



