BNPB: Mayoritas Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Masuk Fase Pemulihan
BNPB: Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Masuk Pemulihan

BNPB Umumkan Mayoritas Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera Telah Masuk Fase Pemulihan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa sebagian besar wilayah yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh kini telah memasuki fase pemulihan. Dari total 52 kabupaten dan kota yang terdampak, hanya dua daerah yang masih mempertahankan status tanggap darurat.

Hanya Dua Kabupaten di Aceh yang Masih Berstatus Tanggap Darurat

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menyatakan dalam konferensi pers di Jakarta bahwa dua kabupaten tersebut berada di Provinsi Aceh, yaitu Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara itu, wilayah lainnya di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah beralih ke fase transisi darurat menuju pemulihan.

"Dari 52 kabupaten kota terdampak di Sumatera, tinggal dua kabupaten yang menetapkan atau melanjutkan status tanggap darurat, yaitu Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara yang lainnya, baik di Sumatera Barat maupun di Sumatera Utara, semuanya sudah masuk dalam fase transisi darurat ke pemulihan," jelas Suharyanto pada Rabu, 11 Februari 2026.

Kondisi Penanganan Bencana Semakin Membaik di Tingkat Provinsi

Suharyanto menambahkan bahwa kondisi ini menunjukkan arah penanganan bencana yang semakin membaik di tingkat kabupaten dan provinsi. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa masih ada sejumlah persoalan di tingkat desa dan kecamatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

"Artinya, meskipun masih banyak permasalahan di desa, di kecamatan, tapi secara kabupaten, secara provinsi, semuanya sudah mengarah ke arah yang lebih baik," ujarnya.

Penurunan Signifikan Jumlah Pengungsi

BNPB juga mencatat penurunan yang cukup signifikan dalam jumlah pengungsi. Pada puncaknya, yaitu tanggal 8 Desember 2025, jumlah pengungsi mencapai lebih dari satu juta jiwa, tepatnya 1.057.482 jiwa. Suharyanto menyebutkan bahwa penurunan ini menjadi bukti dari kerja cepat pemerintah dalam menangani bencana.

"Jumlah pengungsi ini terjadi penurunan yang cukup signifikan. Puncaknya tanggal 8 Desember 2025 sampai 1.057.482 jiwa," kata Suharyanto. Dengan mayoritas wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh ini, diharapkan masyarakat dapat mulai menjalani kehidupan dengan lebih layak.

Konferensi pers yang diadakan di Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, ini merupakan bagian dari upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera. BNPB terus memantau perkembangan dan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah setempat untuk memastikan proses pemulihan berjalan lancar.