Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengumumkan temuan 23 kasus hantavirus di Indonesia selama periode 2024 hingga 2026. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa dari total kasus tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.
Angka Kematian Akibat Hantavirus
Dengan jumlah kasus yang terkonfirmasi, case fatality rate (CFR) hantavirus di Indonesia mencapai 13 persen. Angka ini menunjukkan tingkat kematian yang signifikan dari infeksi virus yang ditularkan melalui tikus ini.
Data Pemeriksaan dan Kesembuhan
Berdasarkan data Kemenkes, dari total 251 kasus suspek yang diperiksa, sebanyak 23 kasus dinyatakan positif hantavirus. Dari jumlah tersebut, 20 pasien berhasil sembuh, sementara tiga lainnya meninggal dunia. Pemeriksaan dilakukan secara ketat untuk memastikan diagnosis yang akurat.
Hantavirus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan gejala berat seperti demam, gangguan pernapasan, dan gagal ginjal. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus serta kotorannya guna mencegah penularan.



