Perbedaan Kandungan Gizi Telur Ceplok dan Telur Dadar
Perdebatan mengenai mana yang lebih sehat antara telur ceplok dan telur dadar kerap terjadi di kalangan pelaku pola makan sehat. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) Institut Pertanian Bogor (IPB University), Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa secara umum kedua olahan telur ini memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Perbedaan utama terletak pada jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan selama proses pengolahan.
Telur ceplok biasanya dimasak dengan minyak atau mentega di atas wajan panas. Jika menggunakan minyak berlebih, kandungan lemak dan kalori pun meningkat. Sebaliknya, telur dadar sering kali dicampur dengan sayuran seperti bawang, tomat, atau paprika, yang menambah serat dan vitamin. Namun, proses pengadukan dan pemasakan telur dadar juga memerlukan minyak agar tidak lengket.
Faktor Minyak dan Bahan Tambahan
Menurut Dr. Karina, kunci perbedaan nutrisi bukan pada telurnya sendiri, melainkan pada cara memasak dan bahan tambahan. "Secara umum, telur ceplok dan telur dadar memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Hanya saja, perbedaan ini terletak pada jumlah minyak dan bahan tambahan yang digunakan selama proses pengolahan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika ingin lebih sehat, sebaiknya gunakan minyak secukupnya atau metode memasak tanpa minyak seperti merebus.
Dalam satu butir telur ayam ukuran besar, terkandung sekitar 70 kalori, 6 gram protein, dan 5 gram lemak. Angka ini bisa berubah tergantung jumlah minyak yang terserap. Telur ceplok yang digoreng dengan banyak minyak bisa mengandung tambahan 50-100 kalori dari minyak. Sementara itu, telur dadar dengan tambahan sayuran justru bisa meningkatkan kandungan serat dan vitamin tanpa menambah kalori secara signifikan, asalkan minyak yang digunakan tidak berlebihan.
Tips Memilih Olahan Telur yang Lebih Sehat
Bagi Anda yang sedang menjalani program diet atau menjaga asupan kalori, memilih metode memasak yang tepat sangat penting. Telur ceplok bisa menjadi pilihan sehat jika dimasak dengan sedikit minyak atau menggunakan teknik poaching. Sementara itu, telur dadar dapat diperkaya dengan sayuran untuk menambah nutrisi. Dr. Karina menyarankan untuk membatasi penggunaan minyak dan memilih bahan tambahan alami seperti sayuran segar.
Kesimpulannya, telur ceplok dan telur dadar sama-sama bergizi. Pilihan terbaik bergantung pada preferensi rasa dan kebutuhan kalori masing-masing individu. Yang terpenting adalah memperhatikan jumlah minyak dan bahan tambahan agar tetap sesuai dengan pola makan sehat.



