Telur Ceplok vs Telur Dadar: Mana yang Lebih Sehat? Ini Kata Ahli Gizi IPB
Telur Ceplok vs Telur Dadar: Mana Lebih Sehat? Kata Ahli

Telur merupakan bahan makanan tinggi protein yang sering dijadikan menu sehat sehari-hari. Namun, banyak yang memperdebatkan mana yang lebih sehat antara telur ceplok dan telur dadar untuk memastikan gizinya tetap terjaga.

Kandungan Gizi Hampir Sama

Menurut Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, dosen gizi IPB University, secara umum telur ceplok dan telur dadar memiliki kandungan gizi yang hampir sama. Hal ini disampaikan dalam laman resmi IPB University pada Minggu (19/7/2026).

Perbedaan utama antara kedua olahan telur ini terletak pada jumlah minyak atau bahan tambahan yang digunakan selama proses memasak. Telur dadar biasanya membutuhkan lebih banyak minyak karena adonan telur dikocok dan dituang ke wajan yang lebih luas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Penentu Kesehatan

Dr Karina menekankan bahwa kunci kesehatan telur bukan pada jenis olahannya, melainkan pada cara memasak dan bahan tambahan yang digunakan. "Penggunaan minyak yang berlebihan dapat menambah kalori dan lemak jenuh yang tidak baik bagi kesehatan," jelasnya.

Untuk pilihan yang lebih sehat, disarankan menggunakan sedikit minyak atau metode memasak tanpa minyak seperti merebus atau mengukus. Jika ingin menggoreng, gunakan minyak sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola dengan takaran terbatas.

Tips Konsumsi Telur Sehat

Agar tetap sehat, batasi konsumsi telur goreng dan variasikan dengan olahan rebus. Pastikan juga untuk mengombinasikan telur dengan sayuran dan sumber serat lainnya untuk menu seimbang.

Dengan demikian, baik telur ceplok maupun telur dadar sama-sama bergizi asalkan diolah dengan tepat. Pilihlah metode memasak yang meminimalkan penggunaan minyak agar manfaat protein telur tetap optimal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga