Pisang, salah satu buah paling populer di dunia karena rasanya yang manis, mudah ditemukan, dan kaya nutrisi, seringkali dikhawatirkan dapat memicu lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes atau pradiabetes. Namun, menurut ulasan Verywell Health pada Jumat (17/7/2026) yang mengutip ahli gizi, pisang tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat asalkan dikonsumsi dengan cara yang tepat.
Kunci Konsumsi Pisang agar Gula Darah Stabil
Kuncinya adalah memadukan pisang dengan makanan kaya protein, lemak sehat, atau serat agar penyerapan gula berlangsung lebih lambat. Dengan begitu, kadar gula darah cenderung lebih stabil. Ahli gizi menekankan bahwa pisang mengandung gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, namun indeks glikemiknya bervariasi tergantung tingkat kematangan. Pisang yang lebih matang memiliki indeks glikemik lebih tinggi karena pati berubah menjadi gula.
Tips Konsumsi Pisang bagi Penderita Diabetes
Untuk menjaga kadar gula darah, disarankan memilih pisang yang masih agak hijau atau setengah matang karena kandungan pati resistennya lebih tinggi. Pati resisten berfungsi seperti serat yang memperlambat pencernaan dan penyerapan gula. Selain itu, porsi juga penting; konsumsi setengah hingga satu buah pisang ukuran sedang per hari dianggap aman. Memadukannya dengan selai kacang, yogurt Yunani, atau kacang-kacangan dapat membantu menstabilkan respons gula darah.
Manfaat Pisang bagi Kesehatan
Pisang kaya akan kalium, vitamin B6, vitamin C, dan serat. Kalium berperan penting dalam menjaga tekanan darah dan fungsi jantung. Serat dalam pisang juga membantu pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Oleh karena itu, pisang tetap layak dikonsumsi dalam diet seimbang, termasuk bagi mereka yang memantau asupan gula.



