JAKARTA — Dokter spesialis ortopedi sekaligus suami dari artis Maissy Pramaisshela, Dr. Riky Febriansyah Saleh, secara tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai predator. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di wilayah Jakarta Selatan pada Senin, 16 Maret 2026.
Bantahan Tegas Berdasarkan Sumpah Kedokteran
Dalam pernyataannya, Riky menegaskan bahwa dirinya menjalankan profesi kedokteran dengan penuh kehormatan dan sesuai dengan martabat yang diemban. "Sesuai dengan sumpah kedokteran nomor 2, di mana saya menjalankan profesi ini secara terhormat dan bersusila sesuai dengan martabat profesi saya," ujarnya dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa pemberitaan mengenai predator, hoaks, atau komentar-komentar yang berkaitan dengan tindakan asusila merupakan berita yang tidak benar dan tidak berdasar sama sekali. "Ini adalah informasi yang menyesatkan dan telah merusak nama baik saya serta keluarga," lanjut Riky.
Penanganan Hukum untuk Klarifikasi Publik
Riky menyatakan bahwa dirinya telah menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada kuasa hukumnya untuk ditindaklanjuti secara legal. Langkah ini diambil agar masyarakat dapat memperoleh informasi yang sebenar-benarnya dan tidak terjebak dalam narasi yang keliru.
"Saya ingin memastikan bahwa kebenaran terungkap dan tidak ada lagi spekulasi yang merugikan," tegasnya. Proses hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan serta menghentikan penyebaran informasi yang tidak akurat.
Respons Terhadap Isu Viral di Media Sosial
Pernyataan Riky ini menjadi respons pertamanya sejak namanya terseret dalam isu dugaan perselingkuhan yang viral di berbagai platform media sosial pada pekan lalu. Isu tersebut telah memicu berbagai komentar dan spekulasi dari publik.
Dengan konferensi pers ini, Riky berupaya untuk langsung menghadapi tudingan tersebut dan memberikan klarifikasi secara terbuka. "Saya merasa perlu untuk berbicara langsung agar tidak ada kesalahpahaman yang berlarut-larut," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya etika dalam pemberitaan dan penggunaan media sosial, mengingat dampak negatif yang dapat timbul dari informasi yang tidak diverifikasi. Riky berharap insiden ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam menyebarkan berita.
