Mengapa Peminjam Sering Galak Saat Ditagih Utang? Ini Penjelasan Psikologis
Kegiatan meminjamkan uang dan memberikan pinjaman sebenarnya bukanlah hal yang terlarang dalam kehidupan sehari-hari. Selama barang atau uang yang dipinjam tersebut belum dikembalikan kepada pemilik aslinya, maka statusnya disebut sebagai utang. Definisi ini sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang menyatakan bahwa utang adalah uang yang dipinjam dari orang lain atau kewajiban untuk membayar kembali apa yang sudah diterima.
Fenomena Respons Agresif Saat Penagihan
Namun, dalam praktiknya, sering kali ketika utang ditagih, si peminjam menunjukkan respons yang galak atau bahkan agresif. Hal ini terutama terjadi ketika objek utangnya adalah uang, yang menimbulkan pertanyaan: mengapa reaksi seperti itu bisa muncul? Menurut psikiater sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr Riati Sri Hartini, SpKj, MSc, ada alasan mendasar dari sisi psikologis dan biologis yang menjelaskan fenomena ini.
Dari perspektif psikologis, utang sering kali dikaitkan dengan perasaan malu, stres, dan tekanan sosial. Peminjam mungkin merasa terancam atau dihakimi ketika ditagih, sehingga mereka bereaksi dengan defensif atau agresif sebagai mekanisme pertahanan diri. Selain itu, faktor biologis seperti peningkatan hormon stres, seperti kortisol, dapat memicu respons fight-or-flight, yang dalam konteks ini menjelma menjadi sikap galak.
dr Riati menambahkan bahwa dinamika hubungan antara pemberi pinjaman dan peminjam juga berperan penting. Jika komunikasi tidak terjalin dengan baik, penagihan bisa dianggap sebagai serangan pribadi, memperburuk situasi. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang psikologi utang dapat membantu dalam mengelola konflik dan menciptakan solusi yang lebih harmonis.



