Jet Li Buka Suara Soal Perjuangan Putrinya Melawan Depresi Sejak Usia Dini
Aktor laga legendaris asal Tiongkok, Jet Li, secara terbuka membagikan pengalaman pribadi mengenai putri bungsunya, Jada, yang menderita depresi berat pada usia yang sangat muda. Pengakuan ini disampaikan saat ia menghadiri sebuah ceramah spiritual di Taipei pada Rabu, 4 Maret 2026, di mana putrinya turut hadir mendampingi.
Momen Emosional di Taipei
Dalam acara tersebut, aktor berusia 62 tahun itu, dengan persetujuan dari Jada yang kini berusia 23 tahun, mengungkapkan bahwa putrinya mengalami masalah kesehatan mental yang serius sejak masih anak-anak. Jet Li menceritakan bahwa pada usia tujuh tahun, Jada sering mengunci diri di kamarnya sepulang sekolah dan menolak untuk berkomunikasi dengannya.
Perilaku ini, menurutnya, menciptakan ketegangan dalam hubungan mereka sebagai ayah dan anak. "Saat itu, saya merasa sangat khawatir dan bingung," ungkap Jet Li dengan nada haru. "Sebagai orang tua, melihat anak Anda menderita dalam kesunyian adalah pengalaman yang menyakitkan."
Dampak Depresi pada Hubungan Keluarga
Depresi yang dialami Jada tidak hanya memengaruhi kondisi emosionalnya sendiri, tetapi juga berdampak signifikan pada dinamika keluarga. Jet Li mengakui bahwa situasi tersebut membuatnya harus belajar lebih banyak tentang kesehatan mental dan cara mendukung anaknya dengan tepat.
"Saya menyadari bahwa depresi bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh," tambahnya. "Butuh kesabaran, pemahaman, dan dukungan yang konsisten dari orang terdekat."
Pentingnya Kesadaran akan Kesehatan Mental
Dengan membagikan kisah ini secara publik, Jet Li berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan depresi sejak dini, terutama pada anak-anak. Ia menekankan bahwa masalah kesehatan mental bisa menimpa siapa saja, tanpa memandang usia atau latar belakang.
"Cerita kami mungkin bisa menjadi pengingat bagi orang tua lain untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak," ujarnya. "Mendapatkan bantuan profesional adalah langkah krusial dalam proses pemulihan."
Kehadiran Jada dalam ceramah spiritual tersebut juga menunjukkan bahwa hubungan mereka kini telah membaik, berkat upaya bersama dalam menghadapi tantangan kesehatan mental ini.
