Guru Besar Psikologi UI Ingatkan Pentingnya Interaksi Langsung Orangtua dan Anak
Guru Besar UI: Interaksi Langsung Orangtua-Anak Sangat Penting

Guru Besar Psikologi UI Soroti Pentingnya Interaksi Langsung Orangtua dan Anak

Guru Besar Psikologi dari Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, telah mengingatkan masyarakat tentang pentingnya interaksi langsung antara orangtua dan anak. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa interaksi tatap muka ini sangat krusial untuk perkembangan psikologis anak yang sehat dan optimal.

Dampak Digitalisasi pada Hubungan Keluarga

Prof. Sarlito menyoroti bahwa di era digital yang semakin maju, banyak orangtua dan anak cenderung terpaku pada perangkat teknologi seperti smartphone dan komputer. Hal ini dapat mengurangi waktu dan kualitas interaksi langsung. Ia mengingatkan bahwa meskipun teknologi memberikan kemudahan, interaksi langsung tetap tidak tergantikan dalam membangun ikatan emosional dan sosial yang kuat.

Interaksi langsung memungkinkan orangtua untuk lebih memahami kebutuhan emosional anak, memberikan dukungan yang tepat, dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan secara efektif. Tanpa ini, anak berisiko mengalami masalah seperti kesulitan dalam berkomunikasi, rendahnya empati, atau bahkan gangguan psikologis lainnya.

Rekomendasi untuk Orangtua

Untuk mengatasi tantangan ini, Prof. Sarlito memberikan beberapa rekomendasi praktis bagi orangtua:

  • Luangkan waktu khusus setiap hari untuk berinteraksi langsung dengan anak, misalnya melalui obrolan santai atau aktivitas bersama.
  • Batasi penggunaan gadget selama waktu keluarga, dan prioritaskan komunikasi tatap muka.
  • Libatkan anak dalam kegiatan sehari-hari yang memungkinkan interaksi, seperti memasak atau bermain di luar ruangan.

Dengan menerapkan hal ini, orangtua dapat membantu anak tumbuh dengan kepribadian yang lebih seimbang dan resilient terhadap tekanan sosial.

Implikasi untuk Pendidikan dan Kesehatan Mental

Pesan dari Guru Besar Psikologi UI ini juga relevan dengan dunia pendidikan dan kesehatan mental. Interaksi langsung antara orangtua dan anak dapat mendukung proses belajar anak di sekolah, serta mencegah masalah kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi di usia dini. Prof. Sarlito menegaskan bahwa investasi waktu dan perhatian dari orangtua adalah kunci utama dalam membentuk generasi yang sehat secara psikologis.

Dalam konteks yang lebih luas, ia berharap kesadaran ini dapat mendorong kebijakan dan program yang mendukung keseimbangan antara teknologi dan interaksi manusia dalam keluarga Indonesia.