Universitas Tanjungpura (Untan) kembali memperluas program studinya dengan membuka dua program baru, yaitu Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif serta Magister Ilmu Farmasi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memenuhi kebutuhan tenaga ahli di bidang tersebut.
PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif
Program PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif ditujukan bagi dokter umum yang ingin mendalami spesialisasi di bidang anestesiologi dan perawatan intensif. Program ini akan memberikan kompetensi dalam penanganan pasien kritis, manajemen nyeri, dan prosedur anestesi yang aman. Dengan adanya program ini, diharapkan ketersediaan dokter spesialis anestesiologi di Kalimantan Barat dan sekitarnya dapat terpenuhi.
Magister Ilmu Farmasi
Sementara itu, Magister Ilmu Farmasi dirancang untuk menghasilkan lulusan yang mampu mengembangkan ilmu farmasi, baik di bidang klinis maupun industri. Program ini akan fokus pada penelitian dan pengembangan obat, serta pelayanan farmasi yang berbasis bukti. Lulusan diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan industri farmasi di Indonesia.
Rektor Untan, Prof. Dr. Garuda Wiko, menyatakan bahwa pembukaan dua program baru ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk terus berinovasi dan menjawab tantangan dunia kesehatan. “Kami berharap program ini dapat menarik minat calon mahasiswa dan menghasilkan tenaga ahli yang kompeten,” ujarnya.
Pendaftaran untuk kedua program ini akan dibuka mulai semester ganjil tahun akademik 2026/2027. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Untan. Dengan penambahan program studi ini, Untan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan tinggi unggulan di Kalimantan.



