Durasi dan Jenis Olahraga Terbaik Saat Puasa Menurut Dosen UNS
Olahraga Saat Puasa: Durasi dan Jenis Terbaik

Panduan Lengkap Olahraga Saat Puasa dari Dosen UNS

Menjalankan ibadah puasa bukan berarti harus menghentikan aktivitas fisik sepenuhnya. Sebaliknya, olahraga yang tepat justru dapat meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan selama bulan Ramadan. Seorang dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan rekomendasi spesifik mengenai durasi waktu dan jenis olahraga terbaik yang bisa dilakukan saat berpuasa.

Durasi Waktu Ideal untuk Berolahraga

Menurut penjelasan dosen UNS, durasi olahraga saat puasa sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan waktu pelaksanaannya. Olahraga ringan hingga sedang dengan durasi 30 hingga 45 menit dianggap paling optimal. Durasi ini cukup untuk membakar kalori tanpa menyebabkan kelelahan berlebihan atau dehidrasi yang dapat mengganggu ibadah puasa.

Waktu terbaik untuk berolahraga adalah menjelang berbuka puasa atau setelah berbuka. Jika dilakukan sebelum berbuka, tubuh masih memiliki cadangan energi dari sahur, dan olahraga dapat membantu mengatur metabolisme. Sementara itu, berolahraga setelah berbuka memungkinkan tubuh untuk segera mengisi kembali cairan dan nutrisi yang hilang.

Jenis Olahraga yang Direkomendasikan

Dosen UNS menekankan pentingnya memilih jenis olahraga yang tidak terlalu berat namun tetap efektif. Beberapa pilihan yang disarankan antara lain:

  • Jalan cepat atau jogging ringan: Aktivitas kardiovaskular ini dapat dilakukan di pagi hari atau sore hari dengan intensitas rendah.
  • Yoga atau pilates: Olahraga ini fokus pada peregangan dan pernapasan, cocok untuk menjaga fleksibilitas dan mengurangi stres selama puasa.
  • Bersepeda statis: Pilihan yang aman karena dapat dilakukan di dalam ruangan dengan pengaturan intensitas sesuai kemampuan.
  • Latihan kekuatan ringan: Menggunakan beban tubuh atau dumbbell ringan untuk mempertahankan massa otot tanpa membebani tubuh.

Tips Tambahan untuk Olahraga Aman

Agar olahraga saat puasa tetap aman dan bermanfaat, perhatikan beberapa hal berikut:

  1. Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik saat sahur dan berbuka untuk mengganti cairan yang hilang selama berolahraga.
  2. Hindari olahraga berat di siang hari ketika suhu tinggi dan risiko dehidrasi lebih besar.
  3. Dengarkan sinyal tubuh; jika merasa pusing atau lemas, segera hentikan aktivitas dan istirahat.
  4. Konsultasikan dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelum memulai rutinitas olahraga saat puasa.

Dengan mengikuti panduan dari dosen UNS ini, umat Muslim dapat tetap aktif berolahraga selama bulan Ramadan tanpa mengorbankan kesehatan atau ibadah puasa mereka. Olahraga yang tepat justru akan mendukung stamina dan kesejahteraan secara keseluruhan.