Ilmuwan Kembangkan Jam Biologis Prediksi Kematian
Jam Biologis Prediksi Kematian Dikembangkan Ilmuwan

KOMPAS.com - Sejumlah ilmuwan berhasil mengembangkan sebuah alat yang dinamakan "jam biologis" dan diklaim mampu memperkirakan kapan seseorang akan meninggal dunia. Alat ini berfungsi sebagai pengukur penuaan biologis, yang perhitungannya tidak hanya berdasarkan usia atau tanggal lahir seseorang, melainkan seberapa 'tua' kondisi organ dan sel yang dimiliki.

Cara Kerja Jam Biologis

Menurut para peneliti, jam biologis ini bekerja dengan menganalisis berbagai penanda biologis dalam tubuh yang berkaitan dengan proses penuaan. Tidak seperti jam epigenetik sebelumnya yang mengukur akumulasi tanda-tanda kimia pada DNA seiring bertambahnya usia dan paparan stres, metode baru ini diklaim lebih konsisten dan akurat. Jam biologis ini memeriksa kondisi organ dan sel secara langsung, memberikan gambaran yang lebih jelas tentang seberapa cepat seseorang menua secara biologis.

Perbandingan dengan Metode Sebelumnya

Sebelumnya, telah ada penemuan serupa seperti "jam epigenetik" yang mengukur perubahan kimia pada DNA. Namun, metode tersebut sering memberikan hasil yang tidak konsisten karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gaya hidup. Jam biologis baru ini mengatasi kelemahan tersebut dengan fokus pada kondisi fisiologis aktual organ dan sel.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penelitian ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengembangan intervensi medis yang lebih personal untuk memperlambat penuaan dan meningkatkan kualitas hidup. Meskipun demikian, para ilmuwan mengingatkan bahwa alat ini tidak dimaksudkan untuk memberikan kepastian mutlak tentang waktu kematian, melainkan sebagai indikator risiko kesehatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga