Polisi di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, dihalangi massa saat hendak menangkap seorang pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus begal. Peristiwa terjadi di lokasi pesta pernikahan, di mana petugas bahkan dilempari batu. Rekaman kejadian tersebut viral di media sosial.
Kronologi Penangkapan DPO Begal
Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengungkapkan bahwa peristiwa yang viral itu terjadi pada Selasa, 2 Juni lalu. Pelaku merupakan residivis kasus begal yang telah lama menjadi target pencarian polisi. Saat anggota mendapat informasi keberadaannya di lokasi tersebut, petugas langsung bergerak untuk melakukan penangkapan.
Penghalangan oleh Massa
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah warga mengerumuni petugas yang hendak melakukan penangkapan. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong di tengah keramaian pesta. Menurut Charles, sejumlah warga bersama keluarga pelaku justru menghalangi petugas yang sedang menjalankan tugas.
"Ada masyarakat yang menghalangi proses penangkapan. Bahkan anggota diserang dengan lemparan batu dan kursi sehingga pelaku berhasil melarikan diri," ujarnya. Akibatnya, beberapa anggota kepolisian mengalami luka akibat terkena lemparan benda keras.
Pelaku Kabur dan Pengejaran Berlanjut
DPO tersebut kemudian berhasil kabur di tengah kericuhan di lokasi hajatan. Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap DPO tersebut. Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan adanya pihak-pihak yang sengaja menghalangi proses penegakan hukum saat penangkapan berlangsung.
Kasus Begal Bersenjata Tajam
Charles menjelaskan bahwa DPO yang hendak ditangkap itu merupakan tersangka kasus begal bersenjata tajam. Dalam kasus begal itu, polisi telah mengantongi bukti keterlibatan pelaku, termasuk rekaman CCTV yang memperkuat penyidikan. "Pelaku melakukan aksinya menggunakan senjata tajam. Bukti CCTV sudah ada dan yang bersangkutan memang sudah lama kami cari," jelasnya.



