Jakarta - Bryce baru berusia sembilan bulan saat ia meninggal akibat serangan panas di dalam mobil. Ibunya, Lyn Balfour, hari itu tidak membawanya ke tempat penitipan anak, melainkan membawanya ke tempat kerja dan melupakan sang anak di dalam mobil. Peristiwa itu terjadi pada tahun 2007 di Amerika Serikat.
Sejak itu, ratusan bayi dan balita tercatat telah meninggal dunia karena hal serupa, beberapa hari lalu juga terjadi di Jerman.
Mobil dapat berubah menjadi jebakan maut dalam waktu singkat. Pada suhu luar 30 derajat dan paparan sinar matahari langsung, suhu di dalam mobil bisa mencapai 40 derajat, hanya dalam sepuluh menit dan setelah satu jam suhu di dalam mobil mencapai lebih dari 50 derajat Celsius.
Bahaya Panas dalam Mobil bagi Anak
"Hal ini berbahaya bagi siapa saja," kata Nibras Naami. Ia adalah dokter spesialis kedokteran anak dan remaja serta dokter senior di Pusat Hematologi Anak di Herdecke, Jerman. "Seorang balita yang terikat di kursi anak tidak bisa melepaskan diri dari situasi tersebut," jelasnya.
Pertengahan Juni, seorang anak berusia 20 bulan yang terlupakan di dalam mobil ditemukan meninggal akibat panas. Dalam sebuah postingan Instagram, Naami menjelaskan kemungkinan penyebabnya adalah "Forgotten Baby Syndrome" (Sindrom Bayi yang Terlupakan), yaitu kelalaian yang tidak disengaja - meninggalkan seorang anak di dalam mobil. Hal ini dapat terjadi pada orang tua yang berfungsi dengan baik secara kognitif, penuh perhatian, dan sangat mencintai anak-anak mereka.
Apa itu Sindrom Bayi yang Terlupakan?
Tentu saja ada juga kasus di mana orang tua mengabaikan anak-anak mereka dan karena itu membiarkan mereka terlalu lama di dalam mobil, kata dokter anak tersebut. Namun, para dokter dan psikolog yakin bahwa penjelasan tersebut tidak cukup untuk banyak kasus.
David Diamond adalah seorang psikolog yang telah bertahun-tahun meneliti bagaimana hal itu bisa terjadi: orang tua begitu saja melupakan anak-anak mereka.
Kasus bayi asal AS bernama Bryce di atas telah dijelaskan Diamond dalam sebuah artikel ilmiah. Sang ibu, Lyn Balfour, didakwa telah melakukan pembunuhan yang menyebabkan kematian putranya. Dalam persidangan terungkap: Pada hari kematian Bryce, ada beberapa hal yang berbeda dari biasanya.
Balfour kurang tidur dan harus menangani krisis keluarga. Rutinitasnya pun tampak berbeda. Tas popok, yang biasanya jadi pengingat visual akan keberadaan bayi di dalam mobil, tidak diletakkan di tempat yang mudah terlihat, seperti kursi penumpang.
Semua hal tersebut, tulis David Diamond, mempengaruhi memori prospektif, yang juga disebut memori niatan. Ini adalah memori untuk tindakan-tindakan yang akan dilakukan di masa depan. Contohnya bisa berupa minum obat sebelum tidur, menelepon kembali rekan kerja setelah makan siang, atau mampir ke supermarket dalam perjalanan pulang.
Enam Faktor Gangguan Memori Prospektif
Diamond menjelaskan enam faktor yang mengganggu memori prospektif dan dapat menyebabkan kita melupakan rencana yang telah dibuat: kurang tidur, stres kronis atau akut, distraksi, multitasking, kurangnya alat bantu ingatan, dan rutinitas yang berjalan secara otomatis.
Faktor-faktor ini menyebabkan ketegangan batin, kata Rya-Daniela Kocalevent, psikolog di Berlin. Jika ketegangan terlalu tinggi, bertindak secara rasional menjadi sangat sulit. "Kita kemudian bertindak secara impulsif atau mengandalkan 'autopilot'," kata Kocalevent. Akibatnya, tindakan yang sudah direncanakan pun terlupakan, seperti minum obat tepat waktu, menghadiri janji temu, hingga bayi yang masih duduk di dalam mobil.
Sengaja atau Lalai: Deteksi Sindrom Bayi yang Terlupakan
"Kita tidak pernah bisa memastikan 100% apa yang ada di pikiran seseorang," kata Kocalevent. Untuk menilai apakah orang tua secara sengaja telah membahayakan nyawa anak mereka dengan membiarkannya di dalam mobil yang panas berlebihan, para psikolog, antara lain, mengamati perilaku sebelumnya, riwayat pembelajaran, dan latar belakang orang tua tersebut. "Perilaku masa lalu merupakan salah satu cara untuk memprediksi perilaku di masa depan."
Dengan demikian, hal ini menjadi cara paling tepat untuk menyimpulkan apakah penyimpangan dalam rutinitas atau faktor stres eksternal yang menjadi pemicu kesalahan fatal tersebut. Apakah perilaku tersebut dapat dijerat hukum, pada akhirnya akan diputuskan oleh pengadilan.
Dalam persidangan, tidak dapat dibuktikan bahwa Lyn Balfour bermaksud menyakiti putranya. Otaknya telah menyimpan ingatan yang dianggapnya kebenaran, meskipun hal itu tidak pernah terjadi: Bryce, seperti yang terjadi setiap harinya, berada di tempat penitipan anak yang aman. Ingatan yang nyata namun keliru. Hal seperti ini telah menjadi fokus psikologi kognitif selama beberapa dekade.
Kursi Anak dengan Sistem Alarm Cegah Kelalaian
Setelah Nibras Naami memposting videonya tentang "Forgotten Baby Syndrome", ia menerima banyak pesan. Para orang tua menceritakan bahwa hal serupa pernah terjadi pada mereka. "Seorang ibu menulis bahwa ia pernah meninggalkan bayinya yang baru berusia dua minggu di dalam mobil, setelah mengantar anak yang lebih besar ke taman kanak-kanak dan kembali ke rumah," kata Naami. Ia segera menyadari kesalahannya dan saat itu cuaca sedang tidak panas, bayi tersebut dalam keadaan baik.
Italia tidak ingin mengandalkan keberuntungan. Sejak 2019, negara tersebut hanya mengizinkan babyseat (kursi anak) dengan sinyal alarm terintegrasi digunakan anak hingga empat tahun. Jika anak terlupakan di dalam mobil, orang tua akan menerima pesan pada ponsel mereka.
Di Jerman, memang belum ada peraturan serupa, namun banyak pilihan sistem alarm yang dapat dipasang orang tua pada kursi anak di mobil mereka.
Menaruh ponsel atau tas kerja di kursi belakang, atau menggunakan mainan bayi di kursi penumpang depan sebagai pengingat visual, adalah cara lain untuk mencegah "Forgotten Baby Syndrome" ini. Namun, tidak ada satu pun dari cara tersebut yang memberikan perlindungan seratus persen.
Tidak ada angka resmi mengenai seberapa sering orang tua melupakan anak-anak mereka di dalam mobil. "Forgotten Baby Syndrome" kemungkinan besar tidak menjelaskan setiap kasus tersebut. Pada akhirnya, kita akan berfokus pada seorang anak kecil yang telah meninggal dunia, kata psikolog Kocalevent. "Kita tidak boleh lupa: orang tua yang melupakan anaknya dalam mobil, jika memang itu adalah kelalaian yang tragis, akan menghadapi hukuman seumur hidup."
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman.



