Risiko Kesehatan Telur Setengah Matang: Waspada Bakteri
Risiko Kesehatan Telur Setengah Matang

Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang kaya nutrisi dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Namun, masih banyak orang yang gemar mengonsumsi telur setengah matang karena dianggap lebih lezat atau memiliki kandungan gizi yang lebih baik.

Bahaya Telur Setengah Matang

Melansir NDTV Food, Selasa (14/7/2026), para ahli mengingatkan bahwa mengonsumsi telur yang belum matang sempurna tetap memiliki risiko kesehatan, terutama jika telur terkontaminasi bakteri. Bakteri seperti Salmonella dapat hadir pada cangkang telur atau bahkan di dalam telur itu sendiri.

Menurut para ahli, telur setengah matang tidak melalui proses pemanasan yang cukup untuk membunuh bakteri berbahaya. Hal ini meningkatkan risiko infeksi saluran pencernaan yang dapat menyebabkan gejala seperti diare, muntah, dan demam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Fakta Gizi Telur Setengah Matang

Banyak yang percaya bahwa telur setengah matang lebih bernutrisi dibandingkan telur matang. Namun, penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kandungan gizi antara telur setengah matang dan matang sangat kecil. Proses memasak sebenarnya membantu tubuh menyerap protein lebih efisien.

Selain itu, telur yang dimasak hingga matang juga mengurangi risiko kontaminasi bakteri. Bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, risiko ini lebih serius.

Cara Aman Mengonsumsi Telur

Untuk mengurangi risiko, para ahli menyarankan untuk selalu memasak telur hingga matang sempurna, baik saat digoreng, direbus, atau diolah menjadi hidangan lainnya. Pastikan putih telur dan kuning telur mengeras sepenuhnya.

Jika ingin menikmati telur setengah matang, pilihlah telur yang telah dipasteurisasi atau telur yang berasal dari sumber terpercaya dengan jaminan bebas bakteri. Simpan telur di lemari es dan konsumsi segera setelah dimasak.

Dengan memperhatikan cara pengolahan yang benar, Anda tetap bisa menikmati telur tanpa mengorbankan kesehatan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga