Pedagang Kaki Lima Tutup Usaha Dua Pekan Demi Donasi Sel Punca
Pedagang Kaki Lima Tutup Usaha Dua Pekan Demi Donasi Sel Punca

BEIJING – Seorang pedagang kaki lima di China menjadi sorotan publik setelah dengan sukarela menutup usahanya selama hampir dua pekan demi mendonorkan sel punca untuk seorang balita penderita leukemia yang bahkan belum pernah ia temui. Aksi mulia pria bernama Shao Sanhu ini menuai simpati luas dari masyarakat.

Keputusan Berani Shao Sanhu

Shao Sanhu, pria berusia 33 tahun asal Provinsi Anhui, China tengah, sehari-hari berjualan barbeku di tepi jalan. Pada 18 April 2026, ia menutup sementara lapaknya dan memasang pengumuman sederhana di terpal kiosnya. Dalam tulisan itu, Shao hanya mengatakan bahwa usahanya libur selama seminggu karena “urusan keluarga”.

Proses Donasi Sel Punca

Donasi sel punca ini dilakukan untuk menyelamatkan seorang balita yang menderita leukemia. Shao harus menjalani serangkaian prosedur medis yang memakan waktu hampir dua pekan. Meskipun ia tidak mengenal penerima donor, ia merasa terpanggil untuk membantu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dukungan Publik yang Luar Biasa

Setelah kembali membuka lapaknya, antrean pelanggan langsung membludak. Banyak orang datang untuk membeli barbeku sebagai bentuk dukungan atas tindakan heroik Shao. Aksi ini tidak hanya menunjukkan kepedulian sosial, tetapi juga menginspirasi banyak orang untuk berbuat baik.

Kisah Shao Sanhu menjadi viral di media sosial China. Banyak netizen memuji keberanian dan ketulusannya. Beberapa bahkan menyebutnya sebagai pahlawan sejati karena rela mengorbankan pendapatan demi menyelamatkan nyawa orang lain.

Pentingnya Donasi Sel Punca

Donasi sel punca menjadi salah satu metode pengobatan yang efektif untuk penyakit leukemia, terutama pada anak-anak. Namun, kesadaran masyarakat untuk menjadi donor masih rendah. Tindakan Shao diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya donasi sel punca.

Pemerintah China juga memberikan apresiasi kepada Shao atas tindakannya. Beberapa organisasi kesehatan bahkan menawarkan bantuan untuk mendukung usahanya. Shao sendiri mengaku tidak menyangka akan mendapatkan perhatian sebesar ini. Ia hanya ingin membantu sesama tanpa pamrih.

Kisah ini menjadi bukti bahwa kebaikan hati dapat menginspirasi banyak orang. Shao Sanhu telah menunjukkan bahwa status sosial tidak menghalangi seseorang untuk berbuat baik. Semoga aksinya menjadi contoh bagi kita semua.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga