KOMPAS.com – Pola asuh orangtua terhadap anak tidak bisa hanya dilihat dari sekadar pemberian hadiah atau hukuman. Dalam psikologi keluarga, dinamika ini dianalisis jauh lebih dalam melalui lensa sistem keluarga, kualitas kelekatan, serta regulasi emosi.
Pola Asuh Adaptif dan Maladaptif
Psikolog dari Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, menjelaskan bahwa jenis pola asuh yang diterima anak, baik itu pola asuh adaptif (fungsional/good parenting) maupun maladaptif (disfungsional/bad parenting), akan membentuk fenotipe klinis atau profil karakter tertentu pada diri anak.
Tanda Anak dengan Good Parenting
- Kelekatan Aman: Anak merasa aman dan percaya pada orangtua, mampu mengeksplorasi lingkungan dengan percaya diri.
- Regulasi Emosi Baik: Anak mampu mengelola emosi, seperti marah atau sedih, dengan cara yang sehat.
- Kemandirian: Anak menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab dalam tugas sehari-hari.
- Empati: Anak peka terhadap perasaan orang lain dan mampu menjalin hubungan sosial yang positif.
Tanda Anak dengan Bad Parenting
- Kelekatan Tidak Aman: Anak cemas atau menghindar dalam hubungan, sulit percaya pada orang lain.
- Regulasi Emosi Buruk: Anak mudah meledak emosi, cemas berlebihan, atau menarik diri.
- Ketergantungan: Anak sulit mandiri, selalu membutuhkan bantuan atau persetujuan orangtua.
- Masalah Perilaku: Anak menunjukkan agresivitas, pembangkangan, atau perilaku menarik diri secara sosial.
Dengan memahami tanda-tanda ini, orangtua dapat mengevaluasi pola asuh mereka dan melakukan penyesuaian untuk mendukung perkembangan anak yang lebih sehat.



