Waspada, Menyemprot Parfum di Leher Diduga Tingkatkan Risiko Gangguan Tiroid
Parfum di Leher Diduga Tingkatkan Risiko Gangguan Tiroid

Banyak orang memiliki kebiasaan menyemprotkan parfum secara langsung ke area leher, dengan anggapan bahwa cara ini dapat membuat wangi lebih tahan lama dan aromanya lebih mudah tercium oleh orang di sekitarnya. Namun, praktik yang umum dilakukan ini kini menjadi sorotan karena dikhawatirkan berpotensi memengaruhi kesehatan kelenjar tiroid, termasuk meningkatkan risiko gangguan hormon dan bahkan kanker tiroid.

Dasar Ilmiah di Balik Kekhawatiran

Menurut dr Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, seorang pakar Multiomics Cancer sekaligus dosen di Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, terdapat dasar ilmiah yang mendukung kekhawatiran tersebut, meskipun belum sepenuhnya dapat dipastikan. Dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu, 25 Februari 2026, ia menjelaskan bahwa sebuah studi tinjauan sistematis telah mengaitkan kebiasaan menyemprotkan parfum, termasuk di area leher, dengan risiko gangguan pada kelenjar tiroid.

Mengapa Leher Menjadi Area yang Rentan?

Leher merupakan lokasi yang dekat dengan kelenjar tiroid, yang berperan penting dalam mengatur metabolisme dan produksi hormon dalam tubuh. Penyemprotan parfum langsung ke kulit di area ini dapat memungkinkan zat-zat kimia dalam parfum terserap lebih mudah dan berpotensi mengganggu fungsi tiroid. Meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan, temuan ini mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan produk wewangian.

Alternatif yang Lebih Aman

Untuk mengurangi risiko, para ahli menyarankan beberapa langkah alternatif dalam penggunaan parfum, antara lain:

  • Menyemprotkan parfum pada pakaian atau area tubuh yang tidak langsung berdekatan dengan kelenjar tiroid, seperti pergelangan tangan atau bagian belakang telinga.
  • Memilih parfum dengan kandungan bahan alami dan bebas dari zat kimia berbahaya yang dapat memicu iritasi atau gangguan kesehatan.
  • Menggunakan parfum dalam jumlah secukupnya dan tidak berlebihan, untuk meminimalkan paparan zat kimia pada kulit.

Dengan meningkatnya kesadaran akan potensi risiko ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan parfum demi menjaga kesehatan jangka panjang, terutama terkait fungsi kelenjar tiroid yang vital bagi tubuh.