Dosen IPB Paparkan Makanan Penyebab Kembung dan Strategi Berbuka Puasa yang Optimal
Seorang dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) baru-baru ini mengungkapkan analisis mendalam mengenai makanan-makanan yang kerap memicu perut kembung, terutama saat waktu berbuka puasa tiba. Penjelasan ini datang sebagai panduan berharga bagi masyarakat yang ingin menjalani ibadah Ramadan dengan kondisi tubuh yang lebih nyaman dan sehat.
Jenis-Jenis Makanan yang Sering Menyebabkan Kembung
Menurut penjelasan dosen IPB tersebut, terdapat beberapa kategori makanan yang perlu diwaspadai karena potensinya menyebabkan kembung. Makanan tinggi gas seperti kol, brokoli, dan kacang-kacangan dapat memicu produksi gas berlebih dalam sistem pencernaan. Selain itu, makanan berlemak tinggi dan yang digoreng secara berlebihan juga cenderung memperlambat proses pencernaan, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Tak ketinggalan, minuman bersoda dan yang mengandung pemanis buatan dalam jumlah besar juga disebut-sebut sebagai pemicu umum. Dosen IPB menekankan bahwa konsumsi berlebihan terhadap jenis-jenis makanan ini, terutama saat perut dalam keadaan kosong setelah berpuasa, dapat meningkatkan risiko kembung secara signifikan.
Tips Praktis untuk Berbuka Puasa yang Lebih Sehat
Untuk menghindari masalah kembung dan menjaga kesehatan pencernaan, dosen IPB memberikan sejumlah rekomendasi yang bisa diterapkan. Pertama, mulailah berbuka dengan makanan ringan dan mudah dicerna seperti kurma atau buah-buahan segar. Hal ini bertujuan untuk memberi sinyal pada sistem pencernaan agar siap menerima asupan yang lebih berat.
Kedua, perhatikan porsi makan dan hindari makan berlebihan dalam satu waktu. Disarankan untuk membagi asupan menjadi beberapa kali makan kecil setelah berbuka awal. Ketiga, pastikan untuk mengunyah makanan dengan baik dan tidak terburu-buru, karena proses pencernaan dimulai dari mulut.
Keempat, pilihlah metode memasak yang lebih sehat seperti dikukus, direbus, atau dipanggang dibandingkan digoreng. Terakhir, jaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup, tetapi hindari minum dalam jumlah besar sekaligus saat berbuka.
Pentingnya Kesadaran akan Pola Makan Selama Ramadan
Dosen IPB menggarisbawahi bahwa pemahaman akan makanan pemicu kembung dan penerapan tips berbuka sehat bukan hanya tentang kenyamanan fisik semata. Lebih dari itu, ini berkaitan dengan kemampuan untuk menjalankan ibadah puasa dengan lebih optimal dan penuh konsentrasi.
Dengan menghindari makanan yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, tubuh dapat menyerap nutrisi dengan lebih efisien dan menjaga energi tetap stabil sepanjang hari. Pada akhirnya, pendekatan ini mendukung tujuan puasa itu sendiri, yaitu mendisiplinkan diri dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
