Tips Psikolog Hadapi Pertanyaan 'Kapan Nikah?' Saat Lebaran
Hadapi Pertanyaan 'Kapan Nikah?' Saat Lebaran dengan Tenang

Strategi Psikolog Hadapi Pertanyaan 'Kapan Nikah?' Saat Momen Lebaran

Hari raya Idul Fitri atau Lebaran seringkali menjadi momen yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga besar. Namun, bagi sebagian orang, momen ini justru menimbulkan kecemasan dan ketidaknyamanan. Hal ini terutama disebabkan oleh pertanyaan-pertanyaan klise yang kerap dilontarkan, seperti "Kapan nikah?".

Dampak Pertanyaan Klise pada Kesehatan Mental

Meski bagi beberapa orang pertanyaan tersebut terdengar seperti basa-basi biasa, bagi mereka yang terlalu sering menerimanya, hal ini dapat menciptakan tekanan psikologis yang signifikan. Respons yang muncul pun beragam, mulai dari rasa kesal hingga keinginan untuk menghindari pertemuan keluarga.

Psikolog dari Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, memberikan panduan untuk menghadapi situasi ini dengan lebih baik. Menurutnya, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami maksud di balik pertanyaan tersebut. Apakah penanya hanya sekadar mencari topik pembicaraan, atau memang memiliki niat tertentu?

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Langkah-Langkah Merespons dengan Elegan

Pertama, cobalah untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru memberikan jawaban. Ambil napas dalam-dalam sebelum merespons.

Kedua, gunakan kalimat yang sopan namun tegas. Misalnya, dengan mengatakan, "Saya sedang fokus pada karier dulu, tapi terima kasih perhatiannya."

Ketiga, alihkan percakapan ke topik lain yang lebih netral dan menyenangkan, seperti membahas rencana liburan atau kuliner Lebaran.

Dengan pendekatan ini, Anda dapat menjaga suasana tetap harmonis tanpa merasa terbebani oleh ekspektasi sosial. Ingat, Lebaran seharusnya menjadi momen kebahagiaan dan silaturahmi, bukan sumber stres.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga