Fahira Idris DPD Desak Kepala Daerah Ambil 7 Langkah Strategis Atasi Lonjakan Kasus Campak
Fahira Idris DPD Minta Kepala Daerah Lakukan 7 Langkah Atasi Campak

Fahira Idris DPD Serukan Kepala Daerah Ambil Tujuh Langkah Strategis Hadapi Lonjakan Kasus Campak

Liputan6.com, Jakarta - Menyikapi peningkatan kasus campak yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia, Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris, mendesak seluruh kepala daerah untuk memastikan program vaksinasi campak berjalan secara efektif di wilayah masing-masing. Peningkatan ini, menurutnya, harus menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya pencegahan melalui imunisasi yang merata dan respons kesehatan masyarakat yang cepat serta tepat.

Imunisasi sebagai Kunci Pencegahan

Fahira Idris menegaskan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat menular, namun sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi yang optimal. "Campak adalah penyakit yang sangat menular, tetapi sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, kepala daerah perlu memastikan program imunisasi berjalan optimal agar anak-anak kita terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah ini," ujar Fahira Idris pada Rabu (4/3/2026).

Senator Jakarta ini menjelaskan bahwa untuk mencegah terus meningkatnya kasus campak, cakupan imunisasi harus mencapai sekitar 94 persen agar tercapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Tanpa cakupan yang tinggi dan merata, virus akan terus menemukan populasi rentan dan memicu penularan baru yang lebih luas.

Tujuh Langkah Strategis yang Diperlukan

Sebagai aktivis perlindungan anak, Fahira Idris meminta para kepala daerah untuk mengambil sejumlah langkah strategis yang konkret dan terukur. Berikut adalah tujuh langkah yang ia sarankan:

  1. Mencapai Target Cakupan Imunisasi 94%: Memastikan cakupan imunisasi campak di daerah mencapai target minimal 94 persen dengan memperkuat program imunisasi rutin di puskesmas, posyandu, dan fasilitas kesehatan lainnya.
  2. Percepatan Imunisasi Kejar: Melakukan percepatan imunisasi kejar bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin lengkap, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah.
  3. Memperkuat Sistem Surveilans: Memperkuat sistem surveilans penyakit menular melalui pelaporan cepat dan respons epidemiologi maksimal 24 jam setelah ditemukan kasus suspek campak.
  4. Kampanye Edukasi Masyarakat: Meningkatkan kampanye edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi, termasuk melawan misinformasi dan hoaks terkait imunisasi yang beredar.
  5. Kolaborasi Lintas Sektor: Menggerakkan kolaborasi lintas sektor di tingkat daerah, termasuk melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, dan kader kesehatan untuk memperluas jangkauan imunisasi.
  6. Ketersediaan Tenaga Kesehatan dan Logistik: Memastikan tenaga kesehatan dan logistik vaksin tersedia secara memadai hingga ke wilayah terpencil agar tidak ada anak yang terlewat dari program imunisasi.
  7. Integrasi dengan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak: Mengintegrasikan program imunisasi dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga pemantauan status vaksinasi dapat dilakukan secara lebih sistematis dan terpadu.

Imbauan kepada Orang Tua dan Masyarakat

Fahira Idris juga mengimbau para orang tua agar segera membawa anak-anak mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan vaksin campak sesuai jadwal yang telah ditetapkan. "Imunisasi adalah investasi kesehatan masa depan anak. Jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata, kita tidak hanya melindungi anak sendiri tetapi juga melindungi anak-anak lain di lingkungan sekitar," pungkasnya.

Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan kasus campak dapat ditekan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, dapat terlindungi dengan lebih baik. Peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini menuntut komitmen dan aksi nyata dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat luas.