Fahira Idris Ajak Warga Jakarta Jadikan Donor Darah Budaya Peduli
Fahira Idris: Donor Darah Budaya Peduli Warga Jakarta

Anggota DPD RI Dapil DKI Jakarta sekaligus Ketua Umum Bang Japar, Fahira Idris, kembali mengadakan kegiatan Bakti Sosial dan Donor Darah Untuk Negeri. Acara ini berlangsung di GOR Balai Rakyat Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/4). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ketersediaan stok darah di Jakarta dan mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai budaya kepedulian.

Pentingnya Stok Darah di Jakarta

Menurut Fahira Idris, Jakarta sebagai kota dengan populasi besar dan rumah sakit rujukan nasional membutuhkan pasokan darah yang selalu terjaga. "Menjaga stok darah Jakarta bukan semata tugas PMI atau fasilitas kesehatan, tetapi ikhtiar kemanusiaan bersama," ujarnya di sela-sela acara. Hadir dalam kegiatan ini Ketua PMI Provinsi DKI Jakarta, Bapak H. Beky Mardani.

Fahira menjelaskan bahwa kebutuhan darah tidak pernah berhenti. Setiap hari ada pasien thalassemia, kanker, gagal ginjal, ibu melahirkan dengan komplikasi, hingga korban kecelakaan yang menggantungkan keselamatannya pada transfusi darah. "Satu kantong darah bahkan bisa membantu menyelamatkan hingga tiga nyawa. Artinya, setiap warga yang berdonor sejatinya sedang menghadirkan harapan hidup bagi sesama. Karena itu saya selalu menyebut para pendonor sebagai Pahlawan Darah Indonesia," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Gerakan Sosial Menuju Budaya Donor Darah

Fahira Idris mengungkapkan bahwa kegiatan donor darah yang terus digelar bersama PMI dan berbagai pemangku kepentingan merupakan bagian dari gerakan sosial yang lebih besar, yaitu mendorong donor darah menjadi kebiasaan dan budaya warga. Melalui program yang menjangkau 44 kecamatan dan 267 kelurahan di Jakarta, gerakan ini ingin diperluas agar semakin banyak warga berpartisipasi secara rutin.

"Donor darah tidak boleh dilihat sebagai kegiatan musiman atau seremonial. Ini adalah gerakan solidaritas. Semakin banyak warga yang rutin berdonor, semakin kuat pula ketahanan kesehatan kota kita," kata Fahira. Selain bermanfaat bagi penerima, donor darah juga memberi manfaat bagi pendonor, seperti menjaga kesehatan jantung, menurunkan kelebihan zat besi, melancarkan sirkulasi darah, dan menjadi sarana deteksi dini kondisi kesehatan melalui pemeriksaan sebelum donor.

Donor Darah dan Kesiapsiagaan Bencana

Dalam perspektif yang lebih luas, Fahira Idris menilai donor darah juga bagian penting dari kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat dan bencana. Di tengah ancaman bencana, lonjakan kebutuhan darah bisa terjadi sewaktu-waktu, sehingga ketersediaan stok darah yang aman menjadi bagian dari daya tahan kota. "Ketahanan sebuah kota bukan hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari solidaritas warganya. Dan donor darah adalah salah satu wujud paling nyata solidaritas itu," pungkas Fahira Idris.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga