Setiap tahun pada tanggal 25 April, dunia memperingati Hari Malaria Sedunia atau World Malaria Day yang berada di bawah naungan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Peringatan ini menjadi momen untuk menyoroti pentingnya investasi berkelanjutan dan komitmen politik dalam pencegahan serta pengendalian malaria. Hari Malaria Sedunia ditetapkan oleh negara-negara anggota WHO pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia tahun 2007.
Tema Hari Malaria Sedunia 2026
Perkembangan ilmu pengetahuan semakin pesat. Untuk pertama kalinya, mengakhiri malaria dalam hidup kita menjadi kemungkinan nyata. Vaksin baru, pengobatan, alat pengendalian malaria, dan teknologi perintis seperti modifikasi genetik nyamuk serta suntikan jangka panjang terus dikembangkan. Saat ini, 25 negara telah meluncurkan vaksin malaria yang melindungi 10 juta anak setiap tahunnya. Kelambu generasi terbaru kini mencakup 84% dari seluruh kelambu baru yang didistribusikan. Program-program yang dipimpin secara nasional mampu mendorong perubahan signifikan.
Pada Hari Malaria Sedunia 2026, WHO bersama para mitra meluncurkan kampanye bertajuk "Driven to End Malaria: Now We Can. Now We Must." Kampanye ini merupakan seruan untuk memanfaatkan momentum saat ini guna melindungi nyawa dan mendanai masa depan bebas malaria.
Sejak tahun 2000, sebanyak 2,3 miliar kasus dan 14 juta kematian akibat malaria berhasil dicegah. Hingga kini, 47 negara telah dinyatakan bebas malaria, termasuk dua negara pada tahun 2024 dan tiga negara pada tahun 2025. Sementara itu, 37 negara melaporkan kurang dari 1.000 kasus pada tahun 2024.
Antara tahun 2000 dan 2024, jumlah negara endemik malaria menurun drastis dari 108 menjadi 80 negara. Selama periode yang sama, terjadi peningkatan signifikan pada negara dengan jumlah kasus rendah:
- Negara dengan kurang dari 10.000 kasus meningkat dari 27 menjadi 46.
- Negara dengan kurang dari 100 kasus lokal meningkat dari 6 menjadi 26.
- Negara dengan kurang dari 10 kasus penularan lokal meningkat dari 4 menjadi 24.
Pesan Kampanye Hari Malaria Sedunia 2026
Untuk mewujudkan masa depan bebas malaria, WHO menekankan beberapa langkah penting yang harus diambil:
Pertahankan dan Tingkatkan Pendanaan dengan Efisiensi
Prioritaskan intervensi berbasis data yang berdampak tinggi dan respons yang dioptimalkan untuk memaksimalkan nilai serta meminimalkan pemborosan. Pendanaan memungkinkan vaksin, pengobatan, dan alat baru keluar dari laboratorium dan sampai ke komunitas yang membutuhkan.
Dukung Kepemimpinan Negara
Program yang dipimpin secara nasional harus didukung agar mampu menyesuaikan intervensi dengan kebutuhan lokal untuk dampak maksimal. Kepemilikan nasional yang kuat menjadi fondasi respons yang efisien dan berkelanjutan.
Pastikan Dukungan Mitra yang Konsisten
Kemajuan bergantung pada dukungan yang dapat diprediksi, selaras, dan konsisten dari semua mitra. Keuntungan berkelanjutan dibangun melalui kolaborasi andal yang memungkinkan negara merencanakan dan melaksanakan program jangka panjang.
Percepat Inovasi
Investasi dalam penelitian dan pengembangan untuk generasi baru alat, termasuk alat mengatasi resistensi insektisida, diagnostik, dan obat-obatan, harus terus dilakukan.
Memberdayakan Masyarakat
Libatkan dan berdayakan masyarakat sebagai protagonis dalam kesehatan mereka sendiri. Setiap orang memiliki peran penting dalam upaya mengakhiri malaria.



