Dokter sekaligus influencer kecantikan Samira Farahnaz, yang dikenal dengan nama Doktif, memberikan tanggapan tegas terkait pernyataan Richard Lee yang mengklaim bahwa seluruh produk kecantikannya aman dan telah memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Doktif menilai pernyataan tersebut bukan sekadar klaim biasa, melainkan bentuk manipulasi informasi yang sengaja dilakukan untuk menarik simpati publik di tengah proses hukum yang sedang berjalan.
Manipulasi Informasi untuk Publik
Dalam wawancara di Polda Metro Jaya pada Kamis (19/2/2026), Doktif menyampaikan kritik pedas terhadap Richard Lee. "Tidak ada maling yang mengaku ya. Jadi kita serahkan saja kepada penyidik Polda Metro Jaya karena memang Doktif bilang seorang DRL (Richard Lee) itu sangat manipulatif," ujarnya dengan tegas. Pernyataan ini menegaskan bahwa Doktif melihat klaim keamanan produk Richard Lee sebagai upaya untuk membelokkan perhatian dari masalah hukum yang dihadapi.
Bukti Fisik Produk White Tomato
Untuk mendukung bantahannya, Doktif menunjukkan bukti fisik berupa produk White Tomato yang baru dibelinya dari salah satu platform e-commerce sekitar sebulan lalu. Bukti ini digunakan untuk menantang klaim Richard Lee bahwa semua produknya telah memenuhi standar keamanan dan perizinan BPOM. Doktif menekankan bahwa keberadaan produk di pasaran tanpa izin yang jelas dapat membahayakan konsumen.
Doktif juga mengingatkan publik untuk lebih kritis dalam menerima informasi, terutama dari pihak yang sedang terlibat dalam proses hukum. Ia menyarankan agar masyarakat mengandalkan bukti dan fakta yang dapat diverifikasi, bukan sekadar pernyataan sepihak. Proses hukum di Polda Metro Jaya diharapkan dapat mengungkap kebenaran di balik klaim-klaim yang beredar.
Dengan volume informasi yang meningkat, Doktif mendorong konsumen untuk selalu memeriksa keaslian produk dan izin BPOM sebelum membeli. Hal ini penting untuk melindungi kesehatan kulit dan menghindari risiko yang tidak diinginkan dari produk kecantikan yang tidak terjamin keamanannya.



