Cara Menyimpan Telur dengan Benar untuk Cegah Risiko Bakteri Salmonella
Cara Menyimpan Telur yang Benar Cegah Bakteri Salmonella

Cara Menyimpan Telur dengan Benar untuk Hindari Kontaminasi Bakteri Berbahaya

Telur merupakan bahan makanan yang umum dikonsumsi, namun penyimpanannya sering kali diabaikan. Para ahli keamanan pangan memperingatkan bahwa cara penyimpanan yang salah dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri, termasuk salmonella, yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Risiko Penyimpanan Telur yang Tidak Tepat

Menurut para pakar, telur yang disimpan dengan cara yang tidak benar dapat menjadi sarang bagi bakteri berbahaya. Salmonella, salah satu bakteri yang paling umum ditemukan, dapat berkembang biak dengan cepat jika telur dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama. Hal ini dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala seperti mual, muntah, dan diare.

Penting untuk diingat: Telur yang terkontaminasi salmonella mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan secara visual, sehingga konsumen harus ekstra hati-hati dalam menanganinya.

Panduan Lengkap Penyimpanan Telur dari Ahli

Dilansir dari sumber terpercaya seperti Martha Stewart, berikut adalah langkah-langkah detail untuk menyimpan telur dengan benar, mulai dari pembelian hingga penyimpanan di rumah:

  1. Saat Membeli Telur: Pilih telur yang masih segar dan periksa tanggal kadaluarsanya. Pastikan kemasan telur tidak rusak atau retak.
  2. Transportasi ke Rumah: Bawa telur dalam tas belanja yang terpisah dari bahan makanan lain, terutama yang berbau kuat atau berpotensi mencemari.
  3. Waktu Penyimpanan: Jangan biarkan telur berada pada suhu ruang lebih dari dua jam setelah dibeli. Jika suhu lingkungan panas, batas waktu ini bisa lebih singkat.
  4. Tempat Penyimpanan: Simpan telur di dalam kulkas pada suhu di bawah 4 derajat Celsius. Gunakan rak khusus telur atau wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi silang.
  5. Posisi Penyimpanan: Letakkan telur dengan bagian runcing menghadap ke bawah untuk menjaga kantung udara tetap di posisi yang tepat, sehingga kesegaran telur lebih terjaga.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda tidak hanya menjaga kesegaran telur tetapi juga melindungi keluarga dari risiko kesehatan yang tidak diinginkan.

Tips Tambahan untuk Keamanan Konsumsi

  • Cuci tangan sebelum dan setelah menangani telur untuk mencegah penyebaran bakteri.
  • Gunakan telur dalam waktu satu hingga dua minggu setelah pembelian untuk memastikan kualitas terbaik.
  • Hindari menyimpan telur di dekat makanan berbau menyengat, karena pori-pori pada cangkang telur dapat menyerap bau tersebut.
  • Jika telur retak atau pecah, segera gunakan atau buang untuk mencegah pertumbuhan bakteri.

Penerapan cara penyimpanan yang benar ini sangat penting, terutama bagi rumah tangga dengan anak-anak, lansia, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang lebih rentan terhadap infeksi bakteri.