BGN Lakukan Efisiensi Anggaran dan Pangkas Kegiatan Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah
Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah strategis dengan melakukan efisiensi anggaran untuk menyikapi dinamika global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Langkah ini bertujuan memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal meskipun ada pemangkasan biaya di beberapa sektor operasional.
Fokus Utama: Kualitas Program dengan Biaya Terukur
Kepala BGN Dadan Hindayana menekankan bahwa fokus utama dari efisiensi ini adalah menjaga kualitas program MBG namun dengan biaya yang jauh lebih terukur. "Tentu saja kita harus ikut memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien," kata Dadan dalam keterangan pers di Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung), Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
Dadan menjelaskan, prioritas utama dalam efisiensi ini adalah pengawasan ketat terhadap aliran dana agar tidak terjadi kebocoran atau penyalahgunaan di lapangan. BGN berencana memangkas kegiatan-kegiatan yang kurang mendesak demi menjaga stabilitas pagu anggaran yang sudah dialokasikan pemerintah.
Strategi Efisiensi: Optimalkan Anggaran Pokok
Dadan mengungkapkan rincian besar anggaran yang dikelola oleh BGN, yakni mencapai angka fantastis Rp 268 triliun dengan tambahan dana siaga (standby) sebesar Rp 63 triliun. Strategi awal efisiensi dilakukan dengan mencoba tidak menyentuh dana siaga tersebut dan mengoptimalkan anggaran pokok yang tersedia.
"Kita optimalkan 268 dan coba kita tidak hitung yang standby ini. Jadi kita akan efektifkan yang 268. Nah, dari 268 yang kita peroleh tersebut, kita juga sedang hitung berapa nanti maksimal yang bisa kita gunakan," paparnya. Saat ini, kajian mendalam mengenai angka pasti penghematan tersebut masih terus dimatangkan oleh tim ahli di Badan Gizi Nasional.
Komitmen Transparansi dan Pelaksanaan
Dadan berjanji akan segera mengumumkan hasil akhir dari perhitungan efisiensi tersebut setelah proses harmonisasi anggaran selesai dilaksanakan secara menyeluruh. "Nanti setelah kita hitung, setelah kita laksanakan dengan beberapa hal yang perlu dilakukan terkait dengan efisiensi, nanti akan saya sampaikan," pungkasnya.
Langkah ini mencerminkan respons proaktif BGN terhadap tantangan global, dengan memastikan program MBG yang vital bagi masyarakat dapat terus berjalan tanpa terganggu oleh gejolak eksternal. Efisiensi anggaran diharapkan tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas dalam pelaksanaan program gizi nasional.
