Asam Lambung Tetap Bisa Muncul Saat Puasa, Ini Penjelasan Dokter
Asam Lambung Tetap Muncul Saat Puasa, Ini Penjelasan Ahli

Dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, tubuh menjalani puasa dengan lambung yang tidak menerima asupan makanan maupun minuman sama sekali. Namun, pada sebagian orang, keluhan terkait asam lambung tetap bisa muncul selama periode puasa berlangsung. Gejala yang sering dialami meliputi rasa perih di area ulu hati hingga perut yang terasa tidak nyaman dan mengganggu.

Mengapa Asam Lambung Bisa Muncul Saat Puasa?

Dr. dr. Syifa Mustika, SpPD-KGEH, seorang dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktek di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang, memberikan penjelasan mendetail mengenai fenomena ini. Menurutnya, meskipun lambung dalam kondisi kosong selama berpuasa, tubuh secara alami tetap memproduksi asam lambung.

"Pada sebagian orang, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau dispepsia, asam yang diproduksi ini dapat mengiritasi dinding lambung atau bahkan naik ke kerongkongan," ungkap Syifa dalam keterangannya pada Senin malam, 9 Maret 2026.

Faktor Risiko dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Keluhan asam lambung saat puasa tidak terjadi pada semua orang, tetapi lebih rentan dialami oleh individu dengan kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa poin penting yang dijelaskan oleh dokter:

  • Produksi Asam Alami: Tubuh terus menghasilkan asam lambung sebagai bagian dari proses pencernaan, bahkan saat tidak ada makanan yang masuk.
  • Iritasi dan Refluks: Pada penderita GERD atau dispepsia, asam ini bisa menyebabkan iritasi pada lambung atau aliran balik ke kerongkongan, memicu gejala tidak nyaman.
  • Gejala Umum: Rasa perih di ulu hati dan ketidaknyamanan perut adalah tanda-tanda yang sering dikeluhkan selama puasa.

Pemahaman ini penting bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, agar dapat mengantisipasi dan mengelola keluhan kesehatan dengan lebih baik. Konsultasi dengan tenaga medis dianjurkan jika gejala berlanjut atau mengganggu aktivitas sehari-hari.