31 Santri Jombang Keracunan Telur Asin MBG Saat Buka Puasa, Beberapa Pingsan
31 Santri Keracunan Telur Asin MBG di Jombang, Ada yang Pingsan

31 Santri di Jombang Keracunan Usai Makan Telur Asin dari Program MBG Saat Buka Puasa

Sebuah insiden keracunan massal terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sebanyak 31 santri dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi telur asin yang diduga berasal dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat buka puasa pada Kamis (5/3/2026) sore.

Gejala Keracunan Muncul Tak Lama Setelah Makan

Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB, tak lama setelah para santri menyantap hidangan berbuka puasa. Menu yang disajikan kala itu terdiri dari nasi, rawon, dan telur asin yang diperoleh dari program MBG. Beberapa santri mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, lemas, dan bahkan ada yang sampai pingsan.

Salah satu santri, Azza Khoirun Nisa (17), mengungkapkan bahwa gejala tersebut muncul sesaat setelah mereka makan. "Yang pingsan beberapa santri. Banyak yang muntah, kondisinya lemas. Yang tidak kena 7 orang dari total 34 santri putri, kalau yang laki-laki saya tidak tahu," jelas santri asal Surabaya ini kepada wartawan di lokasi kejadian.

Pengasuh Ponpes Jelaskan Kronologi Kejadian

Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah, Muhammad Adam, menuturkan bahwa pondoknya menampung 84 santri jenjang SMP dan SMA, terdiri dari 36 santri putri dan 48 santri laki-laki. Pada Kamis kemarin, para santri menerima paket MBG yang berisi roti, buah, dan telur asin dari SPPG Betek sekitar pukul 09.00 WIB pagi.

Untuk buka puasa, pihak pondok memasak nasi dan rawon, sementara lauknya menggunakan telur asin dari paket MBG tersebut. "Setelah Magrib anak-anak buka puasa. Ada yang separuh makan, ada yang selesai makan baru mual dan muntah. Saya pikir telat makan sehingga maag atau apa. Ternyata semua, yang perempuan ada banyak, ada yang lemas, nangis, pingsan," ungkap Muhammad Adam.

Program MBG Kembali Jadi Sorotan

Insiden ini kembali menyoroti kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Sebelumnya, telah ada beberapa laporan mengenai masalah serupa di berbagai daerah, termasuk keluhan dari orang tua tentang menu MBG yang busuk.

Kejadian di Ponpes Sholawat Darut Taubah ini menimbulkan kekhawatiran akan keamanan pangan yang disalurkan melalui program bantuan sosial tersebut. Pihak berwenang diharapkan segera melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab keracunan dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Kondisi para santri yang keracunan saat ini masih dalam pemantauan. Belum diketahui secara pasti apakah ada korban yang perlu dirawat intensif di rumah sakit atau apakah semua sudah menunjukkan perbaikan. Investigasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan asal-usul telur asin yang diduga menjadi penyebab keracunan massal ini.